Minggu, 16 Juni 2019

6 Hari 5 Malam Wisata Lombok (Day 04 : Air Terjun Benang Stokel dan Benang Kelambu)

Hai... hai, travelling lover,


Hari ini saya ingin membagi pengalaman saya jalan -  jalan di Lombok pada hari ke 4.  Di hari ini schedule saya adalah mengunjungi Air Terjun Benang Stokel dan Benang Kelambu. Letak air terjun ini ada di wilayah Desa Aik Berik, yakni di Lombok bagian tengah berbatasan dengan Lombok Utara. Buat yang hobby mendaki gunung, jalur air terjun ini bisa jadi jalur alternatif untuk mendaki Gunung Rinjani.

Start dari hotel Montana Premier Senggigi pukul 9.30 WITA, naik mobil rental harian (sehari Rp. 500 ribu sudah termasuk driver & BBM). Perjalanan sekitar 1,5 jam hingga sampai ke parkiran mobil tempat wisata Air Terjun. Dari Senggigi menuju desa Aik Berik, kita akan melewati kota Mataram, lalu mengarah ke wilayah Namada dan terus melewati daerah pedesaan.

Harga tiket masuk perorang adalah Rp. 5000,- Jika di pintu masuk ditawarkan jasa guide, sebaiknya tolak saja secara halus. Jalur menuju 2 air terjun sangatlah mudah. Tracknya pun aman. 

Loket penjualan tiket ada di pas pintu depan dekat parkiran. Sebelum memasuki air terjun, kami sempat membeli makan siang di restoran dekat loket tiket. Kami membeli paket ayam goreng + nasi + es teh manis seharga Rp. 50 ribu perpaket. (Karena di menu tidak tertulis harga makanan, maka sebelum pesan makanan, saya tanyakan dulu harga paketnya ke ibu penjual). 

Selesai makan siang, kami pun berjalan ke pintu pemeriksaan tiket. Dari pintu pemeriksaan, jalan lurus lalu belok kiri. Track awal setelah pintu masuk adalah jalur pepohonan tempat tinggal para monyet. Jangan takut, mereka cukup jinak. Tapi untuk lebih amannya, jangan ajak mereka bermain main ya 😁

Selepas itu, maka kita akan mengikuti jalur naik turun tangga. Jarak menuju air terjun pertama, yakni Benang Stokel kira kira 350 meter dari pintu depan. 



Setelah puas menikmati air terjun Benang Stokel, kami pun melanjutkan perjalanan menuju Air Terjun Benang Kelambu. Jarak sekitar 1km dari air terjun Benang Stokel. Tracknya naik turun tangga dan melewati pepohonan serta lahan pertanian warga. Di sekitar jalur yang kita lewati ada saung2 penjual minuman dan makanan kecil. 




 

Bentuk air terjun Benang Kelambu memang seperti tirai, berjenjang. Airnya jernih dan dingin. Beberapa pengunjung mancanegara bahkan terlihat mandi dengan hanya menggunakan bikini. Setelah selesai bermain air di air terjun Benang Kelambu, akhirnya kami kembali ke tempat parkir. Biaya parkir mobil sebesar Rp. 10 ribu. 

Setelah kami meninggalkan tempat wisata air terjun, tujuan kami berikutnya adalah membeli oleh2 khas Lombok. Driver mengarahkan kami untuk belanja di pusat snack Lestari (wilayah Mataram). Di toko ini bebas parkir alias gratis biaya parkir. Di sini kami membeli aneka rumput laut, keripik, madu khas Sumbawa, dll. Harganya standar. Saat membayar, kita bisa minta packing  dengan kardus khas Lestari (packingnya pun free).

Selesai belanja di Lestari, kami pun meluncur ke toko oleh oleh lainnya : Sasaku dan Lombok Exotic di daerah Jalan Raya Senggigi.

                          Sasaku

                       Sasaku

Lokasi Sasaku dan Lombok Exotic sangat berdekatan. 


Produk produk yang dijual di Sasaku dan Lombok Exotic hampir sama. Baju pria, wanita, dan anak - anak serta aneka tshirt khas Lombok. Ada juga tas, kain, sandal, topi, dan lainnya. Kalau menurut saya, harga di Lombok Exotic lebih murah dari Sasaku. Jam buka Sasaku dan Lombok Exotic : 08.00 - 22.00 WITA. 

Setelah puas belanja, kami pun memutuskan untuk kembali ke hotel. Hari ini hotel yang telah kami book via Agoda adalah Hotel Jayakarta. 

Saat tiba di Jayakarta Hotel, waktu itu menunjukkan pukul 7 malam, sudah cukup gelap. Kamar yang kami book adalah 2 Deluxe Room dengan connecting door. Terdapat balkon dengan view menghadap taman. Kamar lumayan besar, namun terlihat agak tua. Tapi untungnya AC kamar cukup dingin, Wifi ok, dan terdapat meja pendek untuk bersantai secara lesehan di kamar. Satu - satunya yang menurut saya kurang ok adalah ukuran TV yang kecil serta pilihan tv cable yang hanya ada 2 channel saja. Oya, di kamar tersedia 2 botol Aqua besar (ini berbayar ya!) dan 2 botol kecil air mineral di toilet yang gratis (saya lupa merknya).

Di hotel Jayakarta ini kita bisa langsung menuju ke pantai lewat playground. Tapi sayangnya pantai di sini terlihat kotor dengan ombak yang besar. Sangat tidak saya rekomendasikan untuk anak - anak berenang di pantai. Makan pagi di Jayakarta standar, tidak sebanyak pilihan dibanding hotel Jayakarta Bandung. Kolam renang di hotel ini lumayan besar dengan berbagai pilihan, besar dan kecil serta ada yang untuk dewasa serta anak - anak. Playground luas dan terlihat bersih. Terdapat fitness centre juga. 

Kalau menurut saya ya, secara keseluruhan, jika melihat kondisi resort dan pelayanan yang diberikan, resort ini tergolong agak overpriced. Salah satu alasan saya memilih hotel ini karena mereka punya akses langsung ke pantai, namun melihat kondisi pantai yang tidak bisa digunakan untuk bermain air (karena alasan keselamatan --  pantai terlihat agak kotor dan ombak yang besar dan menurut salah seorang staff hotel, mereka tidak memiliki lifeguard / penjaga pantai), jadi agak sedikit menyesal memilih hotel ini. But it's ok, kami tetap menikmati beristirahat di resort ini. Stafnya lumayan ramah, terutama staff FO nya.

Ok, travelling lover, di artikel berikutnya saya akan mengulas pengalaman jalan jalan saya di Lombok pada hari ke 5. Sampai ketemu lagi di next article.. 







Kamis, 13 Juni 2019

6 Hari 5 Malam Wisata Lombok (DAY 02 & 03: GILI TRAWANGAN)

Hello pecinta travelling...

Di artikel lanjutan ini, saya ingin meneruskan cerita pengalaman saya travelling di Lombok di hari ke 2.

Setelah di hari pertama saya bermain air di Lombok bagian Selatan (Pantai Tanjung Aan, Bukit Merese, dan Pantai Kuta), pada hari ke 2 ini saya dan keluarga melanjutkan perjalanan ke Gili Trawangan. Yeayyyy...!! 

Karena kami berempat membawa koper masing2  1 koper (total 4 koper), tentunya ini akan sangat merepotkan saat penyebrangan ke Gili, maka kami menitipkan koper-koper kami ke Receptionist Hotel Montana Premier. Kalau ditanya : "Enak gak sih titip koper di hotel?" Enak2 aja! Karena sepulangnya kami dari Gili keesokan harinya, kami akan kembali menginap di Hotel Montana Premier Senggigi ini 😊😊

Untuk pakaian2 dan perlengkapan pribadi lainnya selama kami di Gili, kami masing2 membawanya dalam tas ransel (backpack bag), jadi jangan lupa ya persiapkan membawa tas ransel ini saat kalian akan berlibur ke Lombok, khususnya jika kalian punya rencana ingin ke Gili. 

Karena harga air minum di Gili termasuk mahal, maka kami sudah membawa persediaan air minum di masing2 tas ransel. Untuk makan siang, kami sudah membeli KFC, yang rencananya akan kami bawa untuk makan di hotel di Gili Trawangan.

Start dari Hotel Montana Senggigi sekitar pukul 9 pagi. Order transport via Go Car. Tarifnya dari Hotel Montana ke Pelabuhan Bangsal Rp. 110.000,-

Perjalanan menuju Pelabuhan Bangsal sekitar 1 jam, dengan jalur melewati jalan raya Senggigi lalu bukit Malimbu. Kita juga akan melewati villa Hantu. Gak akan bosen deh selama di kendaraan, karena view yang kita lihat adalah hamparan pantai biru yang indah. Jalan berkelok naik dan turun. 

Ada 2 jalur alternatif untuk menyebrang ke Gili Trawangan : pelabuhan Bangsal dan Pelabuhan Nara. Pelabuhan Bangsal untuk penyebrangan perahu umum (public boat) dan Pelabuhan Nara untuk Fast boat. 

Karena tema travelling saya adalah "Economic Travelling", maka saya memakai public boat, yakni perahu kayu (semacam perahu nelayan) yg dilengkapi 3 motor mesin. Harga sangat murah yakni Rp. 15 ribu perorang (sudah termasuk biaya asuransi dari Jasa Rahardja). Saat kita pesan tiket, penjual tiket akan menanyakan nama, usia dan alamat tiap penumpang. 


Kita akan diberi tiket dengan warna tertentu, misalnya warna kuning, putih, pink, dan warna lainnya. Satu perahu bisa muat 40 an orang. Setelah membayar tiket, kita harus menunggu panggilan. Biasanya sih kita tidak perlu menunggu lama, kurang lebih 10 menit. Panggilan akan diumumkan lewat pengeras suara, meminta penumpang untuk naik ke perahu. Panggilan untuk naik ke perahu disesuaikan dengan warna tiket yg kita dapatkan. 

Jangan takut ya, di dalam perahu tersedia pelampung2 kok. Tapi jangan heran juga kalau di dalam perahu kita akan bercampur dengan barang2 penumpang lain seperti sepeda, sayuran, telur2, dan lain2, karena public boat ini merupakan perahu pengangkut orang dan barang. Perjalanan memakai perahu umum ini memakan waktu selama kurang lebih 20 menit.






Sebaiknya gunakan sandal ya, jangan bersepatu, karena dijamin kaki kita akan basah saat naik dan turun dari perahu. Saat di atas perahu, buatlah diri kita senyaman mungkin. Nikmati gelombang air lautnya dan manjakan mata kita dengan birunya laut yang luas. Asyik lho!

Saat turun dari perahu, kita disuguhi pemandangan hiruk pikuk dermaga Gili. Bule2 berseliweran, bercampur dengan masyarakat lokal. Ada yang berjalan kaki, ada yang bersepeda, dan juga lalu lalang dokar (cidomo).

Sekali lagi, karena semboyan saya adalah liburan hemat, maka untuk mencapai hotel, saya memilih berjalan kaki sambil mencari sepeda sewaan. Hotel yang saya pesan di Gili Trawangan adalah Laguna Gili Beach Resort. Jadi dari pelabuhan, saya berjalan kearah kanan dan jalan lurus di sepanjang pinggir pantai. Tepat di depan Masjid Agung, saya melihat tempat penyewaan sepeda. Harga sewa per jam Rp. 25 ribu, dan perhari Rp. 50 ribu. Jadilah saya ambil yang perhari. Gowes gowess deh sampai ke hotel 😊😊 





Oya, menurut info yang saya dengar, harga cidomo di Gili cukup mahal. 1 orang bisa diatas Rp. 50 ribu. Seringkali kita diminta bayar secara charter alias borongan, bahkan dari yang saya dengar ada bule diminta bayar Rp.200 ribu sekali jalan.

Setelah check in hotel, makan siang pakai KFC yang tadi sudah dibeli, istirahat sebentar, lalu kita semua kembali bergowess ria mengelilingi Gili Trawangan sambil mencari spot yang bagus untuk hunting sunset.


Dapat dehhh sunsetnya! Yang mau bermain air di Gli Trawangan, bisa banget lho karena airnya di sini jernih, ombaknya tenang. Jadinya lebih nyaman dan aman. 

Menjelang malam, klub2 dan cafe2 di sini ramai  dipenuhi bule2 dan hingar bingar musik. Selalu ada pesta yang diadakan bergilir di masing2 cafe tiap malamnya. Ada juga life music. Kalau mau cari makanan murah, bisa mampir ke Night Market dekat dermaga. Kalau mau nasi dan pecel ayam / lele, ada juga rumah makan yang jual di sini dengan harga per paket Rp. 25 ribu.


Pagi hari di Gili Trawangan agak sepi. Jadi kalau mau gowes2 bebas di Gili, momen paling tepat di pagi hari. Buat berenang di pantai juga oke banget.

Menjelang sore, saya bersama keluarga pun kembali ke dermaga untuk membeli tiket balik ke pelabuhan Bangsal. Perjalanan laut menuju Bangsal sama seperti sebelumnya yang menuju Gili Trawangan, memakan waktu kurang lebih 20 menit. 

Setibanya di Pelabuhan Bangsal, kami jalan sedikit menuju luar pintu pelabuhan, sampai kemudian kami mendapatkan taksi Blue Bird yang kosong. Biaya taksi di hari itu ternyata lebih murah dari Go Car, yakni sebesar Rp. 105ribu dari Pelabuhan Bangsal - Hotel Montana Premier Senggigi.

Makan malam kami beli via GoFood dan kami pun istirahat untuk saving energy karena keesokan harinya kami berencana mengunjungi air terjun Benang Stokel dan Benang kelambu. 

Bahasan hari ke 4 akan kami lanjutkan di artikel berikutnya yaaaa... 


  


Rabu, 12 Juni 2019

6 Hari 5 Malam Wisata Lombok - Bukit Merese, Tanjung Aan, Kuta Beach, Senggigi (DAY 01)

Hai pecinta travelling...


Saya ingin membagi pengalaman saya berwisata di Lombok selama 6 hari 5 malam bersama keluarga (saya dan suami dengan 2 anak remaja)


Keberangkatan dari Jakarta 3 hari setelah Idul Fitri yakni tanggal 7 Juni 2019. Dengan penerbangan Citilink, boarding time jam 05.55 WIB dari CGK transit selama 2 jam di Djuanda Airport Siduarjo, lalu terbang kembali ke LOP dan mendarat jam 11.30 WITA.

Tiba di bandara LOP, kami dijemput oleh driver rental mobil yang sudah kami hubungi beberapa minggu sebelumnya. Karena kami hanya ber 4 dan dalam rangka "liburan hemat", maka kami memilih Avanza. Sewa Avanza per hari Rp. 500 ribu (included driver + BBM). Selama 6 hari kami di Lombok, kami hanya 2 hari saja menggunakan sewa kendaraan harian, sisanya pakai Grab Car / Go Car dan taxi.

Rute kami di hari itu adalah : 

Day 1 : bandara LOP - Makan siang di RM Puyung Cahaya (dekat bandara) - Tanjung Aan Beach - Bukit Merese - kuta Mandalika beach - Hotel Montana Premier Senggigi. 






Tanjung Aan dan Bukit Merese sangat saya rekomendasikan untuk dikunjungi, karena tempatnya memang indah. Saat saya berkunjung ke Pantai Kuta, tempat itu sangat ramai, dan pengunjung terbanyak adalah wisatawan domestik. Saya tidak lama main di Pantai Kuta ini, karena yang saya cari adalah pantai yang tidak begitu ramai pengunjung.



Ket. : Biaya makan siang ber 4 di RM Puyung Cahaya dengan menu standar nasi puyung + teh manis kurang lebih 120rb. Makan malam bisa go food. Di sekitar hotel Montana Premier Senggigi banyak resto / cafe, diantaranya : KFC, Pojok Pasta, martabak, warung makan kaki lima yang menjual nasi goreng, bakso, ayam goreng, dan lain lain.

Hotel Montana Senggigi terletak di jalan raya Senggigi, letak hotel ini hampir bisa dibilang di seberang bibir pantai.Jadi kalau mau ke pantai, tinggal nyebrang jalan raya saja dan jalan sedikit melewati tanah kosong.


Budget di hari ke 1 untuk 4 orang dewasa :


● Sewa Avanza = Rp. 500.000

● Makan siang = Rp. 120.000
●Tiket masuk mobil ke pantaiTanjung Aan + Bukit Merese = Rp. 10.000
● Tiket masuk / parkir ke Pantai Kuta = Rp. 10.000
●Hotel Montana Senggigi per kamar/malam (booking via Agoda) = Rp. 405.000 x 2 kamar 

Total Rp. 1.450.000 (belum termasuk makan malam ya). 


*kalau mau lebih hemat, makan malam bisa di KFC yg letaknya di seberang hotel (gak tepat di seberangnya sih sebenarnya. Agak jalan sedikit lha dari hotel). Atau bisa juga di warung makan kaki lima yang ada di sekitaran jalan Senggigi.


Untuk cemilan atau bisa juga alternatif makan malam, mampir saja ke Pasta Pojok. Isinya rata-rata bule. Yang non Muslim bisa makan Bacon di sini. Harganya standar resto Pizza Hut. Rasa pizza dan pastanya gak kalah dari resto Italia pada umumnya. Review dari para pengunjungnya ok2 kok. Saya rekomen untuk Pizza khas Pasta Pojok.


Rute hari ke 2 nyambung di artikel berikutnya ya...








Sabtu, 13 Juni 2015

Menghitung hari (Demam Berdarah pada Anak)

script data-ad-client="pub-1694589357672647" async src="https://pagead2.googlesyndication .com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>Saat pertama kali tahu anak saya yang berumur 9 tahun terkena DBD (demam berdarah), ini membuat saya shock.

Berawal dari panas tubuh yang berlangsung selama 2 hari hingga mencapai 39 - 40 derajat. Sudah satu botol obat penurun panas diberikan, tapi sama sekali tidak memberikan efek apa pun. Anak menjadi lemas, mengantuk, mengeluh pusing dan tidak mau makan karena mual. Di hari ke dua panas, saya bawa anak periksa ke dokter. Hanya dikasih penurun panas dan obat anti mual.

Di hari ketiga, saya bawa anak saya ke rumah sakit. Disana dilakukan cek darah. Diketahui kemudian terdapat penurunan trombosit ; 158 ribu (normalnya sekitar 300 ribu s/d 400an ribu). Langsung diputuskan anak saya dirawat di rumah sakit. Observasi dilakukan secara rutin oleh suster dan dokter. Penurunan trombosit berikutnya menjadi 125ribu. Pengecekan darah dilakukan per 12 jam, yang  kemudian lebih intens menjadi per 8 jam. Karena kondisi anak saya yang dinilai cukup parah, maka pemasangan infus dilakukan di 2 tangan. Satu infus berisi nutrisi / mineral, satunya lagi berisi cairan "gelofussin". Gelofussin ini sejenis infus yang cairannya pekat berwarna kuning. Pada hari ke 5, trombosit menjadi turun ke titik terendah yaitu 31 ribu. Di hari ke 6, trombosit naik perlahan sampai ke angka 57 ribu dan terus merangkak naik. Anak saya diperbolehkan pulang pada saat trombosit naik ke angka hampir 100 ribu.

Merawat anak yang terkena DBD itu perlu kesabaran. Kita sebagai orang tua harus bisa benar - benar menghitung hari sejak dimulai dari hari pertama demam/panas, hingga ke hari pemulihan/penyembuhan. Hari ke 1,2, dan 3 anak biasanya akan panas tinggi. Hari ke 4 dan 5, anak mulai turun panas (tapi justru di hari - hari ini menjadi masa kritis karena trombosit akan turun ke titik terendah). Pada hari ke 6 dan 7, anak bisa jadi kembali panas atau malah berangsur sembuh tanpa adanya demam/panas. Pada hari ke 6 dan 7 lah anak biasanya mulai sembuh / pulih.

Yang terpenting selama sakit DBD, anak harus dipaksa minum yang sebanyak-banyaknya. Selain itu, anak harus bedrest dan dijaga asupan makanannya. Untuk menjaga agar tidak dehidrasi, anak harus banyak pipis, sehingga antara cairan yang masuk dan keluar menjadi seimbang. Waspada jika anak tidak pipis selama 4 jam. Jus jambu biji, kurma dan air putih, itu mutlak diperlukan untuk menaikkan trombosit.





Kamis, 16 April 2015

Pengakuan Eks Bintang Porno Shelley Lubben

Shelley Lubben, artis porno terkenal Amerika membuat pengakuan tentang industri film porno yang penuh dengan kebohongan.

 Mantan penari telanjang, pelacur, dan aktris film porno era ’80 hingga ’90-an ini menderita berbagai efek negatif dari industri pornografi. Dia pernah didiagnosa menderita Bipolar Disorder, Post Traumatic Stress Disorder, Deppressive Disorder, Impulse Control Disorder,dan trauma lainnya akibat kekerasan dalam industri seks.

Pada 1994, dia terinfeksi Herpes pada kelaminnya ketika masih produktif bermain film porno. Tak lama kemudian penyakitnya itu berkembang menjadi kanker serviks.

Shelley juga pernah mengalami kehamilan yang tak dikehendaki dari kegiatan prostitusinya, dan dua di antaranya berakhir dengan keguguran. Belakangan, bersama suaminya, dia mengalami kehamilan Entopis dan tiga kali keguguran.

Shelley kini mengerti betapa merusaknya industri pornografi itu. Setelah menemukan Tuhan dan melalui delapan tahun masa pemulihan di Champion’s Center di Tacoma, Washington, Shelley kini mulai dapat hidup normal.

Dalam buku pengakuan yang shelley buat, berikut
adalah isi pengakuannya :
Banyak yang percaya perempuan menikmati pembuatan film porno, namun kenyataannya mereka mengalami akhir yang tidak bahagia. Perempuan tidak menikmati pembuatan film itu, dan jika kamu melihat lebih dekat proses pembuatannya, kamu akan mengetahui beberapa alasannya.

Di dunia seks hardcore, hari yang dialami aktris porno sangat panjang dan membosankan. Perempuan diminta datang pukul delapan pagi untuk dirias, dan itu hanya untuk memastikan si aktris tiba tepat waktu untuk bekerja. Bintang porno memiliki kebiasaan datang terlambat, karena mereka kerap mengonsumsi obat-obatan terlarang atau alkohol di malam sebelumnya.

Setelah dirias, aktris porno biasanya menunggu berjam-jam sampai giliran mereka direkam tiba. Beberapa adegan dilakukan selama satu jam, dan beberapa selama beberapa jam. Itu sangat bergantung apakah aktor pria dapat “perform” atau tidak pada adegan pertama. Itu juga tergantung jika aktris harus berhenti karena tidak dapat menahan sakit akibat adegan hardcore.

Saat menunggu, pemain film porno yang kelelahan biasanya masuk ke kamar kecil dengan berbotol-botol alkohol atau pergi ke mobil mereka untuk mengonsumsi heroin, atau berkumpul di belakang dengan aktor lainnya untuk merokok mariyuana.

Perempuan tidak pernah merasakan kenikmatan karena pemotongan adegan yang terus menerus. Sutradara kerap berteriak “cut” dan aksi yang sedang berlangsung diinterupsi untuk mendapatkan gambar yang lebih baik, menyesuaikan pencahayaan, atau mengolesi tubuh dengan cairan.

Berkali-kali sutradara menghentikan adegan dan meminta aktor untuk “menyetop” gerakan, sehingga membuat kesakitan psikis dan emosi bagi aktris.

Saya berbicara berdasar pengalaman pribadi, ketika gerakan diminta untuk “berhenti (freeze)” pada posisi tertentu selama beberapa menit, hanya untuk menyesuaikan cahaya atau kamera, saya merasakan sakit dan terhina. Sangat memalukan pula ketika adegan dihentikan hanya untuk mengoleskan cairan seperti air mani, kotoran manusia, atau darah.

Meski faktanya perempuan tidak menikmati pembuatan film porno, mereka terus berbohong kepada penggemarnya dan dengan bangga mengaku menikmati pembuatannya. Tentu itu mereka lakukan. Mereka mendapat bayaran ratusan dan ribuan dolar untuk berbohong karena ini adalah pekerjaan mereka. Bintang porno dibayar sebagai pembohong profesional yang tahu bagaimana berbuat dan mereka melakukannya dengan baik.

Saya dulu menyombongkan diri terus menerus kepada penggemar dan sutradara mengenai kesukaan saya bermain di film porno. Saya berbohong 100 persen saat itu kepada 100 persen orang. Berbohong merupakan bahasa ibu bagi bintang porno, karena mereka tidak dapat mengatakan yang sesungguhnya. Sebab, tidak hanya akan merusak fantasi penggemarnya, namun yang lebih penting akan menjatuhkan jumlah pembayaran cek.

Jangan percaya aktris porno saat mereka mengaku menikmati pembuatan film. Mereka hanya berakting.

Saat ini Shelley dan suaminya, Garret, mendirikan Yayasan Pink Cross, lembaga nonprofit untuk memberikan dukungan bagi mereka yang ingin keluar dari industri seks.



Rabu, 28 Maret 2012

BEHIND THE SCENE OF PORN STAR (THE FACT)

1.  Kalau ada PORN STAR yang mengaku sangat menikmati peran yang mereka mainkan dalam “blue film”, mereka bohong 100%! Gak ada yang menikmatinya. Meski artis wanita bisa dibayar 10x lipat dari aktor pria, namun pada kenyataannya di balik layar, proses pembuatan film porno bisa berlangsung hingga 18 jam sehari untuk menghemat budget dan dalam sehari mereka bisa shoting sebanyak 3 sampai 4 scene berbeda.


2. Setiap scene-nya bisa berlangsung berjam-jam, tergantung pada para pemerannya. Jika pemerannya tidak dapat menampilkan adegan sesuai dengan harapan sang sutradara, maka adegan pun harus kembali diulang. Atau jika di tengah adegan atau pada saat pengambilan adegan berikutnya sang artis wanita harus meminta waktu untuk istirahat karena rasa sakit saat melakukan adegan hardcore. Seperti pada adegan anal sex yg seringkali harus dihentikan karena adanya kejadian yg seharusnya tidak boleh ditampilkan.


3. Situasi saat shooting film porno sangat menyiksa, baik secara fisik maupun mental, khususnya bagi artis wanita, karena biasanya ada sekitar 12 – 18 orang berdiri dibalik layar (bayangkan jika Anda melakukan hubungan seks dengan ditonton oleh banyak orang secara langsung), mulai dari sutradara & para asistennya, fans berat yg dapat hadiah nonton langsung, sampai ke tukang lampu dan fotografer yg punya hak untuk melakukan “freeze” pada adegan tertentu agar bisa diambil angle foto yang terbaik.


4. Saat menunggu adegan berikutnya biasanya PORN STAR menghabiskan waktu di restroom untuk minum minuman keras atau pakai narkoba. Biasanya alasan mereka menggunakan narkoba adalah untuk mengurangi rasa malu dan rasa sakit dalam adegan berikutnya. (Untuk diketahui, dalam industri film porno test yang wajib dilakukan untuk setiap aktor & artis adalah test HIV. Test ini dilakukan sebulan sekali. Sedangkan test drugs tidak ada).


5. Porn Stars adalah pembohong professional, karena kalau mereka menceritakan kenyataan sebenarnya yang ada dibalik layar, maka hancurlah fantasi yang ada di setiap “kepala ngeres” para penggemar dan sekaligus menghancurkan karir “indah” mereka. Dan disinilah ironisnya karena sudah terbiasa berbohong, para artis blue film ini biasanya justru memiliki kemampuan akting yang lebih baik dari kebanyakan bintang Hollywood.


Inilah kenyataannya :
• Sepanjang tahun 2007 : 9 bintang porno meninggal karena HIV, 66% menderita Herpes dan sekitar 12-28% menderita penyakit menular seksual lainnya.
• Sejak tahun 1990 : 26 bintang porno mati bunuh diri, 45 bintang porno meninggal akibat overdosis narkoba, lebih dari 90 orang bintang porno positif HIV, 25 orang masih bertahan hidup.
• Antara tahun 2003 sd 2005, 976 bintang film porno dilaporkan positif menderita penyakit menular seksual.


Masih berpikir untuk nonton blue film???


Sumber: http://www.friendster.com/bulletin.php?bid=86423904&uid=31744033

Minggu, 25 Maret 2012

Pengakuan Bintang Film Porno Shelley Lubben yang Memutuskan Bertobat


Di bawah ini adalah surat dari bekas bintang film porno Shelley Lubben, yang akhirnya bisa keluar dari dunia gelap industri porno, dan sekarang menjadi aktivis yang berjuang melawan eksploitasi seksual terhadap gadis-gadis muda Amerika dalam film porno.

Gadis cantik, tubuh seksi, telanjang, dan mata yang membangkitkan gairah seakan-akan berkata “I want you”. Itu yang biasa kamu lihat di cover film porno, bisa jadi itulah tipuan terbesar sepanjang masa.

Aku dulu pernah melakukannya sepanjang waktu dan aku melakukannnya karena nafsuku akan kekuasaan dan kecintaanku pada uang. Aku tidak pernah menyukai seks. Bahkan aku tidak menginginkannya dan faktanya aku lebih banyak minum Jack Daniels daripada bersama para pria yang dibayar seperti aku untuk berpura-pura di film.

Tidak ada di antara kami gadis-gadis blonde yang menyukai “being in porn movie”. Kami benci disentuh oleh orang asing yang sama sekali tidak peduli dengan kami. Kami benci dianggap rendah oleh mereka, laki-laki dengan keringat dan bau busuknya. Beberapa di antara kami sering sampai muntah di kamar mandi saat break syuting. Sedangkan yang lainnya berusaha menenangkan diri dengan merokok Marlboro tanpa henti.

Tapi porn industry ingin agar kamu selalu berpikir kalau kami artis porno sangat menyukai seks. Mereka ingin kamu percaya bahwa kami senang dilecehkan seperti binatang dalam berbagai jenis adegan di film.

Kenyataannya, artis porno sering tidak tahu apa saja adegan yang akan mereka lakukan saat pertama kali datang ke lokasi syuting, dan kami hanya diberi dua pilihan oleh produser: “Lakukan atau pulang tanpa bayaran. Kerja atau tidak akan bisa kerja lagi.” Iya, memang benar kami punya pilihan. Beberapa di antara kami memang sangat memerlukan uang. Tapi kami dimanipulasi, dipaksa bahkan diancam.
Beberapa di antara kami terjangkit AIDS karena profesi ini. Atau tertular herpes dan berbagai macam penyakit kelamin lain yang sukar disembuhkan. Salah seorang artis film porno setelah syuting, dengan menahan sakit sepanjang hari, setiba di rumah menembak kepalanya sendiri dengan pistol. Mati!

Kebanyakan dari artis porno mungkin berasal dari keluarga yang berantakan dan pernah mengalami pelecehan seksual dan perkosaan dari keluarga atau tetangganya sendiri. Saat kami kecil kami hanya ingin bermain dengan boneka, bukan mendapatkan trauma saat seorang laki-laki dewasa berada di atas tubuh kami. Jadi sejak kecil kami belajar bahwa seks bisa membuat kami berharga. Dan dengan semua pengalaman mengerikan itu kami menipu kalian di depan kamera, padahal sebenarnya kami membenci setiap menitnya.

Karena trauma itu kebanyakan artis porno hidupnya tergantung kepada alkohol dan narkotika. Dan hidup kami juga selalu diliputi ketakutan akan terjangkit HIV atau penyakit kelamin lainnya. Herpes, gonorrhea, syphilis, chlamydia, dll setiap hari menghantui kami. Memang setiap bulan kami diperiksa, tapi kamu tahu kalo hal tersebut tidak akan bisa mencegah kami tertular penyakit-penyakit mematikan itu.

Selain penyakit, adegan syuting tidak kalah mengerikan. Banyak dari kami mengalami luka sobek atau luka pada organ tubuh bagian dalam.

Di luar syuting kami sering berharap bisa menjalani hidup yang normal. Tapi sangat sulit menjalin hubungan yang normal dengan “laki-laki biasa”, maka dari itu kebanyakan dari kami menikah dengan sutradara film porno atau menjalani hidup sebagai lesbian. Buat aku momen yang gak akan terlupakan adalah ketika tanpa sengaja anak perempuanku melihat ibunya yang telanjang sedang berciuman dengan gadis lain. Anakku pasti akan terus mengingatnya.

Pada hari yang lain kami bisa berubah seperti zombie, dengan botol bir di tangan kanan dan gelas wisky di tangan kiri. Kami tidak suka bersih-bersih, jadi sering kali kami harus menyewa pembantu untuk membersihkan kotoran kami. Selain itu artis porno benci memasak sendiri. Biasanya kami memesan makanan yang kemudian kami muntahkan lagi karena kebanyakan dari kami menderita bulimia.

Bagi artis porno yang memiliki anak, kami adalah ibu yang paling buruk. Kami menjerit dan bahkan memukul anak kami tanpa alasan. Seringkali saat kami begitu mabuknya sampai-sampai anak kami yang berumur 4 tahun yang menyeret kami dari lantai.

Dan ketika ada tamu [kebanyakan karena alasan seks], kami harus mengunci anak kami terlebih dulu dalam kamar dan menyuruh mereka untuk diam. Aku biasa membekali anak gadisku dengan pager dan kusuruh dia menungguku di taman sampai aku selesai dengan tamuku.

Kalo kamu bisa melihat lebih dalam kehidupan artis film porno mungkin kamu akan kehilangan minat menonton film porno. Kenyataan sebenarnya, kami artis film porno ingin mengakhiri semua rasa malu ini dan semua trauma dalam hidup kami. Tapi sayangnya kami tidak bisa melakukannya sendiri.

Kami berharap kalian kaum pria membantu kami, memperjuangkan kebebasan dan kehormatan kami. Kami ingin kalian memeluk kami saat kami menghapus air mata dan menyembuhkan luka di hati kami. Kami berharap kalian mau berdoa untuk kami dan semoga Tuhan mau mendengar dan mengampuni semua kesalahan kami di masa lalu.

Surat ini kupersembahkan kepada semua artis porno yang terjangkit penyakit HIV/AIDS, meninggal karena over dosis maupun bunuh diri.

Sumber : Blog berita Shelley