Rabu, 28 Maret 2012

BEHIND THE SCENE OF PORN STAR (THE FACT)

1.  Kalau ada PORN STAR yang mengaku sangat menikmati peran yang mereka mainkan dalam “blue film”, mereka bohong 100%! Gak ada yang menikmatinya. Meski artis wanita bisa dibayar 10x lipat dari aktor pria, namun pada kenyataannya di balik layar, proses pembuatan film porno bisa berlangsung hingga 18 jam sehari untuk menghemat budget dan dalam sehari mereka bisa shoting sebanyak 3 sampai 4 scene berbeda.


2. Setiap scene-nya bisa berlangsung berjam-jam, tergantung pada para pemerannya. Jika pemerannya tidak dapat menampilkan adegan sesuai dengan harapan sang sutradara, maka adegan pun harus kembali diulang. Atau jika di tengah adegan atau pada saat pengambilan adegan berikutnya sang artis wanita harus meminta waktu untuk istirahat karena rasa sakit saat melakukan adegan hardcore. Seperti pada adegan anal sex yg seringkali harus dihentikan karena adanya kejadian yg seharusnya tidak boleh ditampilkan.


3. Situasi saat shooting film porno sangat menyiksa, baik secara fisik maupun mental, khususnya bagi artis wanita, karena biasanya ada sekitar 12 – 18 orang berdiri dibalik layar (bayangkan jika Anda melakukan hubungan seks dengan ditonton oleh banyak orang secara langsung), mulai dari sutradara & para asistennya, fans berat yg dapat hadiah nonton langsung, sampai ke tukang lampu dan fotografer yg punya hak untuk melakukan “freeze” pada adegan tertentu agar bisa diambil angle foto yang terbaik.


4. Saat menunggu adegan berikutnya biasanya PORN STAR menghabiskan waktu di restroom untuk minum minuman keras atau pakai narkoba. Biasanya alasan mereka menggunakan narkoba adalah untuk mengurangi rasa malu dan rasa sakit dalam adegan berikutnya. (Untuk diketahui, dalam industri film porno test yang wajib dilakukan untuk setiap aktor & artis adalah test HIV. Test ini dilakukan sebulan sekali. Sedangkan test drugs tidak ada).


5. Porn Stars adalah pembohong professional, karena kalau mereka menceritakan kenyataan sebenarnya yang ada dibalik layar, maka hancurlah fantasi yang ada di setiap “kepala ngeres” para penggemar dan sekaligus menghancurkan karir “indah” mereka. Dan disinilah ironisnya karena sudah terbiasa berbohong, para artis blue film ini biasanya justru memiliki kemampuan akting yang lebih baik dari kebanyakan bintang Hollywood.


Inilah kenyataannya :
• Sepanjang tahun 2007 : 9 bintang porno meninggal karena HIV, 66% menderita Herpes dan sekitar 12-28% menderita penyakit menular seksual lainnya.
• Sejak tahun 1990 : 26 bintang porno mati bunuh diri, 45 bintang porno meninggal akibat overdosis narkoba, lebih dari 90 orang bintang porno positif HIV, 25 orang masih bertahan hidup.
• Antara tahun 2003 sd 2005, 976 bintang film porno dilaporkan positif menderita penyakit menular seksual.


Masih berpikir untuk nonton blue film???


Sumber: http://www.friendster.com/bulletin.php?bid=86423904&uid=31744033

Minggu, 25 Maret 2012

Pengakuan Bintang Film Porno Shelley Lubben yang Memutuskan Bertobat


Di bawah ini adalah surat dari bekas bintang film porno Shelley Lubben, yang akhirnya bisa keluar dari dunia gelap industri porno, dan sekarang menjadi aktivis yang berjuang melawan eksploitasi seksual terhadap gadis-gadis muda Amerika dalam film porno.

Gadis cantik, tubuh seksi, telanjang, dan mata yang membangkitkan gairah seakan-akan berkata “I want you”. Itu yang biasa kamu lihat di cover film porno, bisa jadi itulah tipuan terbesar sepanjang masa.

Aku dulu pernah melakukannya sepanjang waktu dan aku melakukannnya karena nafsuku akan kekuasaan dan kecintaanku pada uang. Aku tidak pernah menyukai seks. Bahkan aku tidak menginginkannya dan faktanya aku lebih banyak minum Jack Daniels daripada bersama para pria yang dibayar seperti aku untuk berpura-pura di film.

Tidak ada di antara kami gadis-gadis blonde yang menyukai “being in porn movie”. Kami benci disentuh oleh orang asing yang sama sekali tidak peduli dengan kami. Kami benci dianggap rendah oleh mereka, laki-laki dengan keringat dan bau busuknya. Beberapa di antara kami sering sampai muntah di kamar mandi saat break syuting. Sedangkan yang lainnya berusaha menenangkan diri dengan merokok Marlboro tanpa henti.

Tapi porn industry ingin agar kamu selalu berpikir kalau kami artis porno sangat menyukai seks. Mereka ingin kamu percaya bahwa kami senang dilecehkan seperti binatang dalam berbagai jenis adegan di film.

Kenyataannya, artis porno sering tidak tahu apa saja adegan yang akan mereka lakukan saat pertama kali datang ke lokasi syuting, dan kami hanya diberi dua pilihan oleh produser: “Lakukan atau pulang tanpa bayaran. Kerja atau tidak akan bisa kerja lagi.” Iya, memang benar kami punya pilihan. Beberapa di antara kami memang sangat memerlukan uang. Tapi kami dimanipulasi, dipaksa bahkan diancam.
Beberapa di antara kami terjangkit AIDS karena profesi ini. Atau tertular herpes dan berbagai macam penyakit kelamin lain yang sukar disembuhkan. Salah seorang artis film porno setelah syuting, dengan menahan sakit sepanjang hari, setiba di rumah menembak kepalanya sendiri dengan pistol. Mati!

Kebanyakan dari artis porno mungkin berasal dari keluarga yang berantakan dan pernah mengalami pelecehan seksual dan perkosaan dari keluarga atau tetangganya sendiri. Saat kami kecil kami hanya ingin bermain dengan boneka, bukan mendapatkan trauma saat seorang laki-laki dewasa berada di atas tubuh kami. Jadi sejak kecil kami belajar bahwa seks bisa membuat kami berharga. Dan dengan semua pengalaman mengerikan itu kami menipu kalian di depan kamera, padahal sebenarnya kami membenci setiap menitnya.

Karena trauma itu kebanyakan artis porno hidupnya tergantung kepada alkohol dan narkotika. Dan hidup kami juga selalu diliputi ketakutan akan terjangkit HIV atau penyakit kelamin lainnya. Herpes, gonorrhea, syphilis, chlamydia, dll setiap hari menghantui kami. Memang setiap bulan kami diperiksa, tapi kamu tahu kalo hal tersebut tidak akan bisa mencegah kami tertular penyakit-penyakit mematikan itu.

Selain penyakit, adegan syuting tidak kalah mengerikan. Banyak dari kami mengalami luka sobek atau luka pada organ tubuh bagian dalam.

Di luar syuting kami sering berharap bisa menjalani hidup yang normal. Tapi sangat sulit menjalin hubungan yang normal dengan “laki-laki biasa”, maka dari itu kebanyakan dari kami menikah dengan sutradara film porno atau menjalani hidup sebagai lesbian. Buat aku momen yang gak akan terlupakan adalah ketika tanpa sengaja anak perempuanku melihat ibunya yang telanjang sedang berciuman dengan gadis lain. Anakku pasti akan terus mengingatnya.

Pada hari yang lain kami bisa berubah seperti zombie, dengan botol bir di tangan kanan dan gelas wisky di tangan kiri. Kami tidak suka bersih-bersih, jadi sering kali kami harus menyewa pembantu untuk membersihkan kotoran kami. Selain itu artis porno benci memasak sendiri. Biasanya kami memesan makanan yang kemudian kami muntahkan lagi karena kebanyakan dari kami menderita bulimia.

Bagi artis porno yang memiliki anak, kami adalah ibu yang paling buruk. Kami menjerit dan bahkan memukul anak kami tanpa alasan. Seringkali saat kami begitu mabuknya sampai-sampai anak kami yang berumur 4 tahun yang menyeret kami dari lantai.

Dan ketika ada tamu [kebanyakan karena alasan seks], kami harus mengunci anak kami terlebih dulu dalam kamar dan menyuruh mereka untuk diam. Aku biasa membekali anak gadisku dengan pager dan kusuruh dia menungguku di taman sampai aku selesai dengan tamuku.

Kalo kamu bisa melihat lebih dalam kehidupan artis film porno mungkin kamu akan kehilangan minat menonton film porno. Kenyataan sebenarnya, kami artis film porno ingin mengakhiri semua rasa malu ini dan semua trauma dalam hidup kami. Tapi sayangnya kami tidak bisa melakukannya sendiri.

Kami berharap kalian kaum pria membantu kami, memperjuangkan kebebasan dan kehormatan kami. Kami ingin kalian memeluk kami saat kami menghapus air mata dan menyembuhkan luka di hati kami. Kami berharap kalian mau berdoa untuk kami dan semoga Tuhan mau mendengar dan mengampuni semua kesalahan kami di masa lalu.

Surat ini kupersembahkan kepada semua artis porno yang terjangkit penyakit HIV/AIDS, meninggal karena over dosis maupun bunuh diri.

Sumber : Blog berita Shelley

A True Story "I Have a Herpes"

Berikut adalah wawancara dari kisah nyata 'Angela', pengalaman seorang gadis dengan Virus Herpes Simplex. Tulisan ini merupakan terjemahan dari “True Story : I have Herpes”

Bisa cerita sedikit tentang diri Anda?

Saya seorang gadis, sesuatu yang normal, usia saya 20 tahun. Berasal dari keluarga yang tingkat ekonominya menengah, mahasiswi di sebuah perguruan tinggi Midwest. Saya pesta di akhir pekan, kerja paruh waktu di sebuah toko kopi lokal sebagai kasir dan saya suka menghabiskan uang saya untuk untuk membeli sepatu. Saya normal.

Tapi saya terjangkit herpes.

Saya dibesarkan di rumah yang baik, di lingkungan kelas menengah dan saya masih tinggal bersama orang tua. Seks tidak pernah menjadi topik tabu di rumah, dan saya tidak pernah merasa malu untuk membahas masalah kesehatan seksual. Saya telah berhubungan seks dengan sepuluh orang (hanya 2 yang sebenarnya bukan pacar saya), Sebagian besar saya melakukannya dengan menggunakan kondom.
Bisa Anda jelaskan Herpes itu apa?

Pada dasarnya, herpes itu adalah virus dan setelah Anda terjangkit penyakit itu, selamanya virus itu akan hidup di tubuh Anda. Ada dua jenis virus Herpes, Simplex 1 dan 2. Saya terjangkit Virus Simplex 1. Tipe 1 merupakan versi "ringan", yang biasanya muncul sebagai oral herpes (herpes mulut)..Tapi, saya mendapatkannya pada alat kelamin saya, kemungkinan besar saya mendapatkannya setelah menerima seks oral dari seseorang yang telah terjangkit virus ini. Simplex 2 adalah jenis yang “berat”, yang biasanya muncul sebagai genital herpes (herpes kelamin). Untuk lebih jelasnya mengenai penyakit jenis ini, silahkan baca blogspot saya dibagian lain atau cek Wikipedia dan sumber – sumber informasi online lainnya.

Bagaimana Anda bisa terangkit Herpes?

Yang aneh mengenai herpes, kita tidak pernah bisa benar-benar yakin darimana kita tertular virus ini.

Mantan pacar saya pada beberapa tahun lalu, Chris, memiliki Herpes. Dia benar-benar jujur kepada saya tentang hal ini sejak hari pertama, dan karena kejujurannya itu, saya menghargainya setinggi-tingginya. Ini benar-benar keputusan saya sendiri untuk tidur dengannya, meski saya tahu resikonya untuk tertular virus itu. Kami selalu berhati-hati untuk menggunakan kondom. Tapi kemudian kami tidak cukup berhati-hati sehingga sesekali melakukannya tanpa kondom. Tapi dia sudah terjangkit penyakit itu selama sepuluh tahun dan dia sangat tahu tubuhnya. Dia tahu kapan saja dan bagaimana yang aman untuk melakukannya tanpa mengakibatkan saya tertular. Kami berhubungan seks selama lebih dari empat tahun, dan selama itu saya tidak pernah punya masalah. Kami putus tahun lalu.

Bagaimana Anda tahu bahwa Anda terjangkit Herpes?
Setelah setahun saya putus dari Chris, Saya pacaran dengan John. Suatu malam kami bercinta, dan kami melakukannya dengan cara yang cukup kasar (hal ini menjadi pemicu penularan herpes). Saya terbangun dengan rasa nyeri, tapi saya pikir hal itu mungkin karena kami semalam melakukannya dengan keras.

Beberapa hari kemudian kami bercinta lagi, dan keesokan paginya saya terbangun dengan nyeri yang tak tertahankan. Rasanya seperti ada seseorang yang menusuk saya di selangkangan, sambil membakarnya dengan kasar dan menyiraminya dengan cairan asam. Saat saya periksa, saya melihat sepasang gelembung kecil. Saya panik dan hari itu juga saya menemui dokter. Dokter mengatakan bahwa gelembung itu hanya reaksi alergi terhadap kondom yang kami gunakan dan dia memberi saya krim kortison. Dia melakukan tes IMS (semacam tes penyakit menular seksual), tapi saya tidak mendapatkan hasil. Dua hari kemudian, luka itu menjalar ke bagian tubuh lainnya, saya tidak bisa buang air kecil, atau pergi ke kamar mandi, dan tidak bisa tidur atau berjalan. Menurut dokter kemungkinan saya terkena Herpes, tapi dia tidak melakukan tes apapun atau memberikan saya apapun untuk penyakit saya itu. Dua hari kemudian saya pergi ke dokter lain.

Ini merupakan pengalaman terburuk sepanjang hidup saya. Saya nyaris tidak bisa membuka kaki. Rasanya sangat nyeri. Saat dokter memasukkan spekulum untuk menyeka, saya benar-benar berteriak dan menangis histeris di atas meja. Saya memintanya untuk berhenti. Dia tidak bisa menyelesaikan penyekaan karena saya merasakan nyeri teramat sangat. Namun dia tetap harus memecahkan salah satu dari gelembung-gelembung itu demi memperoleh sel-sel untuk pemeriksaan. Sekali lagi, saya berteriak dan menangis, tetapi saya harus membiarkan dia melakukannya, karena saya harus tahu apa yang salah dengan saya. Inilah neraka.

Dokter memberikan resep obat penghilang rasa nyeri dan Valtrex (oral anti-virus untuk herpes). Dia bilang ada kemungkinan infeksi bisa menjadi lebih buruk, tetapi untuk amannya kita akan segera memulainya dengan Valtrex .

Bagaimana perasaan Anda ketika Anda tahu terjangkit Herpes?

Saya menghabiskan pekan itu di rumah saja, menangis, terisak-isak. Setiap kali saya bangun dan merasa nyeri, saya langsung meminum pil dan mencoba untuk kembali tidur. Itu sungguh mengerikan. Rumah saya berantakan, saya berhenti makan, saya tidak berbicara dengan siapa pun. Saya benar-benar mengurung diri. Saya merasa muak. Saya merasa seolah cahaya dalam diri saya telah padam. Saya merasa sudah bukan lagi seorang gadis bahagia, ceria, dan menyenangkan. Saya sudah mati. Saya malu, saya merasa kotor, saya merasa tidak akan ada seorang pun yang akan mencintai saya lagi. Ketika saya mengatakan kepada John, saya melihat sorot matanya berubah. Sejak itu, saya tidak lagi mendengar kabar apapun dari dia. Dia menghilang.

Dan meskipun saya memiliki riwayat pernah berhubungan seksual dengan penderita Herpes, yakni Chris, hal ini bukan berarti Chris lah yang menularkannya kepada saya. Bisa saja John yang secara diam-diam menularkannya. Yang pasti, Kita TIDAK PERNAH tahu.

Saya tidak ingin memberitahu Chris tentang Herpes yang menyerang saya, tapi saya butuh dukungannya. Dia menakjubkan. Anehnya, hal ini mencairkan sisa ketegangan yang selama ini ada diantara kami. Dan anehnya lagi, hal ini menyadarkan saya mengenai siapakah sebenarnya John dan orang seperti apakah dia. Jadi, inilah berkah di tengah musibah.

Jenis perawatan apakah yang telah Anda lakukan? Apakah pengobatan itu berhasil bagi Anda?

Saya menggunakan Valtrex hanya jika penyakit saya kambuh. Saya juga menghindari pemicunya, yakni paparan sinar matahari dan situasi stres yang tinggi. Sejauh ini saya telah berhasil memerangi penyakit ini.

Bagaimana ini mempengaruhi kehidupan percintaan Anda?

Seperti yang saya katakan, John dan saya sudah putus. Sejujurnya, kalau seorang cowok bereaksi seperti itu, maka saya pun tidak menginginkannya lagi di dalam kehidupan saya.

Setelah putus dari John, saya belum punya pacar lagi. Ada rasa ketakutan bahwa saat saya semakin dekat dengan seseorang, saya harus memberitahu tentang penyakit saya kepadanya. Dan untuk itu saya belum merasa siap.

Chris memberitahu saya penyakit Herpesnya dua bulan sebelum kami jadian, jauh sebelum kami melakukan hubungan seksual. Ia bukan hanya percaya bahwa saya takkan menceritakannya kepada siapa pun, melainkan juga percaya bahwa saya akan menerima dia apa adanya. Saya ingat bahwa ketika ia mengatakan kepada saya tentang penyakitnya, saya tidak jijik atau bahkan kecewa. Justru sebaliknya, saya merasa jadi lebih dekat dengannya. Dan karena kejujurannya itu, saya tidak pernah meragukan kesetiaannya ataupun gossip-gossip negative tentang dirinya.
Atas dasar hal itu, maka saya pun berharap hal yang sama terjadi pada saya saat saya memberitahu pacar saya berikutnya. Tapi kalau dia tidak bisa menerima saya apa adanya, maka tentunya dia bukanlah cowok yang tepat untuk saya.

Cara apa yang Anda ambil untuk menghindari penularan Herpes dengan pasangan?

Yang pasti caranya adalah dengan tidak melakukan hubungan seksual. Termasuk oral.

Tapi jika Anda dan pasangan tetap akan melakukannya sementara salah satu dari kalian terinfeksi Virus Herpes, gunakanlah selalu kondom. Jangan pernah melakukan hubungan seks saat ada luka. Bahkan dalam tahap penyembuhan sekalipun. Jangan pernah melakukan hubungan seks ketika Anda merasa tidak yakin dalam kondisi aman dari infeksi (adanya rasa panas di bagian yang terinfeksi, gatal, kesemutan). SELALU menggunakan kondom dan spermisida. Jujur, terbuka, dan berkomunikasi. Jangan pernah mengambil resiko yang akan Anda sesali kemudian. Lanjutkan untuk mendapatkan penyembuhan. Pastikan Anda selalu memiliki persediaan Valtrex di tangan untuk sekedar berjaga-jaga. Tapi hal yang paling utama di sini adalah komunikasi dan kejujuran.

Jumat, 27 November 2009

KANKER SERVIKS (Gejala, Penularan, Pencegahan, dan Pengobatan)

Setiap wanita yang pernah melakukan hubungan seksual mempunyai resiko terhadap kanker leher rahim, atau yang lebih dikenal sebagai Kanker Serviks (cervical cancer).

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, saat ini penyakit kanker serviks menempati peringkat teratas di antara berbagai jenis kanker yang menyebabkan kematian pada perempuan di dunia. Di Indonesia, setiap tahun terdeteksi lebih dari 15.000 kasus kanker serviks.

Sekitar 8000 kasus di antaranya berakhir dengan kematian. Menurut WHO, Indonesia merupakan negara dengan jumlah penderita kanker serviks yang tertinggi di dunia. Mengapa bisa sedemikian tinggi? Hal ini disebabkan kanker serviks muncul seperti musuh dalam selimut. Sulit sekali dideteksi hingga penyakit telah mencapai stadium lanjut. Tingginya angka penderita kanker serviks stadium lanjut biasanya disebabkan oleh rendahnya pengetahuan dan kesadaran akan bahaya kanker serviks. 

Apa itu Kanker Serviks?
 
Kanker serviks adalah penyakit kanker yang terjadi pada daerah leher rahim. Yaitu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim. Letaknya antara rahim (uterus) dengan liang senggama wanita (vagina).
Kanker serviks cenderung muncul pada perempuan berusia 35-55 tahun, namun dapat pula muncul pada perempuan dengan usia yang lebih muda (20 - 30 tahun).

Penyebab Kanker Serviks?
1. Human Papillola Virus (HPV)
Kanker ini 99 % disebabkan oleh human papilloma virus (HPV) onkogenik, yang menyerang leher rahim. Berawal terjadi pada leher rahim, apabila telah memasuki tahap lanjut, kanker ini bisa menyebar ke organ-organ lain di seluruh tubuh penderita.
Virus ini memiliki lebih dari 100 tipe, di mana sebagian besar di antaranya tidak berbahaya dan akan lenyap dengan sendirinya. Jenis virus HPV yang menyebabkan kanker serviks dan paling fatal adalah virus HPV tipe 16 dan 18.
Terdapat 100 tipe HPV dimana sebagian besar tidak berbahaya, tidak menimbulkan gejala yang terlihat dan akan hilang dengan sendirinya. Perkembangan HPV ke arah kanker serviks pada infeksi pertama tergantung dari jenis HPV-nya. HPV tipe risiko rendah atau tinggi dapat menyebabkan kelainan yang disebut pra kanker. Tipe HPV yang berisiko rendah hampir tidak berisiko, tapi dapat menimbulkan genital warts (penyakit kutil kelamin). Walaupun sebagian besar infeksi HPV akan sembuh dengan sendirinya dalam 1-2 tahun karena adanya system kekebalan tubuh alami, namun infeksi yang menetap yang disebabkan oleh HPV tipe tinggi dapat mengarah pada kanker serviks.
2. Radiasi atau Pencemaran Bahan Kimia
Sel-sel abnormal pada leher rahim juga bisa tumbuh akibat paparan radiasi atau pencemaran bahan kimia yang terjadi dalam jangka waktu cukup lama.
Demikian juga bagi anda yang merokok kemungkinan untuk mendapatkan Kanker Serviks sangat besar. Ada banyak penelitian yang menyatakan hubungan antara kebiasaan merokok dengan meningkatnya risiko seseorang terjangkit penyakit kanker serviks. Salah satunya adalah penelitian yang dilakukan di Karolinska Institute di Swedia dan dipublikasikan di British Journal of Cancer pada tahun 2001. Menurut Joakam Dillner, M.D., peneliti yang memimpin riset tersebut, zat nikotin serta “racun” lain yang masuk ke dalam darah melalui asap rokok mampu meningkatkan kemungkinan terjadinya kondisi cervical neoplasia atau tumbuhnya sel-sel abnormal pada rahim. “Cervical neoplasia adalah kondisi awal berkembangnya kanker serviks di dalam tubuh seseorang,” ujarnya.
Bagaimana Cara Penularan Kanker Serviks?
Penularan virus HPV bisa terjadi melalui hubungan seksual, terutama yang dilakukan dengan berganti-ganti pasangan. Penularan virus ini dapat terjadi baik dengan cara transmisi melalui organ genital ke organ genital, oral ke genital, maupun secara manual ke genital.
Infeksi HPV paling sering terjadi pada kalangan dewasa muda (18-28 tahun). HPV dapat menginfeksi semua orang karena HPV dapat menyebar melalui hubungan seksual. Wanita yang berhubungan seksual dibawah usia 20 tahun serta sering berganti pasangan beresiko tinggi terkena infeksi. Namun ada kalanya perempuan yang tertular virus ini adalah yang telah setia hanya pada satu pasangan saja (kemungkinan resiko tertular datang dari pasangannya).
Apa Saja Gejala Kanker Serviks?
Sering kali kanker serviks tidak menimbulkan gejala. Namun bila sudah berkembang menjadi kanker serviks, barulah muncul gejala-gejala fisik seperti pendarahan serta keputihan pada vagina yang tidak normal, sakit saat buang air kecil dan rasa sakit saat berhubungan seksual.  Gejala fisik pada penyakit ini umumnya hanya dirasakan oleh penderita kanker stadium lanjut. Berikut gejala-gejala kanker serviks tingkat lanjut :
  • munculnya rasa sakit dan perdarahan saat berhubungan intim (contact bleeding). Adanya rasa tidak nyaman saat melakukan hubungan seksual.
  • keputihan yang berlebihan dan tidak normal. Pengeluaran cairan encer dari vagina
  • pendarahan spontan di luar siklus menstruasi.
  • penurunan berat badan drastis.
  • Apabila kanker sudah menyebar ke panggul, maka pasien akan menderita keluhan nyeri punggung
  • juga hambatan dalam berkemih, serta pembesaran ginjal.
Saat mencapai stadium lanjut dan menyebar ke organ tubuh lain, maka kanker serviks akan mengakibatkan kematian. Penderita stadium lanjut umumnya harus mengangkat organ alat kandungan, sehingga kemungkinan mempunyai keturunan menjadi hilang.

Berapa lama masa pertumbuhan kanker serviks?
Masa preinvasif (pertumbuhan sel-sel abnormal sebelum menjadi keganasan) penyakit ini terbilang cukup lama, sehingga penderita yang berhasil mendeteksinya sejak dini dapat melakukan berbagai langkah untuk mengatasinya.
Infeksi menetap akan menyebabkan pertumbuhan sel abnormal yang akhirnya dapat mengarah pada perkembangan kanker. Perkembangan ini memakan waktu antara 5-20 tahun, mulai dari tahap infeksi, lesi pra-kanker hingga positif menjadi kanker serviks.



Siapa saja yang memiliki resiko terinfeksi Kanker Serviks?


Selain perokok, perempuan yang rawan mengidap kanker serviks adalah mereka yang berusia antara 35-50 tahun, terutama perempuan yang telah aktif secara seksual sebelum usia 16 tahun. Hubungan seksual pada usia terlalu dini bisa meningkatkan resiko terserang kanker leher rahim sebesar 2 kali dibandingkan perempuan yang melakukan hubungan seksual setelah usia 20 tahun.



Kanker serviks juga berkaitan dengan jumlah lawan seksual. Semakin banyak lawan seksual yang Anda miliki, maka kian meningkat pula risiko terinfeksinya kanker serviks. Sama seperti jumlah lawan seksual, jumlah kehamilan yang pernah dialami juga meningkatkan risiko terjadinya kanker serviks.
Anda yang terinfeksi virus HIV dan yang dinyatakan memiliki hasil uji pap smear abnormal, serta para penderita gizi buruk, perempuan yang melakukan diet ketat sehingga mengakibatkan rendahnya konsumsi vitamin A, C, dan E yang secara tidak langsung menyebabkan berkurangnya tingkat kekebalan tubuh, pun memiliki resiko tinggi untuk mudah terinfeksi.

Bagaimana mendeteksi secara Dini Kanker Serviks?
Untuk mendeteksi secara dini ada tidaknya penyakit Kanker Serviks, yakni dengan melakukan Test Pap Smear. Pap smear test adalah suatu metode pemeriksaan sel-sel yang diambil dari leher rahim dan kemudian diperiksa di bawah mikroskop untuk melihat perubahan-perubahan yang terjadi dari sel tersebut. Perubahan sel-sel leher rahim yang terdeteksi secara dini akan memungkinkan beberapa tindakan pengobatan diambil sebelum sel-sel tersebut dapat berkembang menjadi sel kanker.

Test ini hanya memerlukan waktu beberapa menit saja. Prosedur pemeriksaan Pap Smear Test mungkin sangat tidak menyenangkan untuk anda, tetapi tidak akan menimbulkan rasa sakit. Dalam keadaan berbaring terlentang, sebuah alat yang dinamakan spekulum akan dimasukan kedalam liang senggama. Alat ini berfungsi untuk membuka dan menahan dinding vagina supaya tetap terbuka, sehingga memungkinkan pandangan yang bebas dan leher rahim terlihat dengan jelas. Sel-sel leher rahim kemudian diambil dengan cara mengusap leher rahim dengan sebuah alat yang dinamakan spatula, suatu alat yang menyerupai tangkai pada es krim, dan usapan tersebut dioleskan pada obyek-glass, dan kemudian dikirim ke laboratorium patologi untuk pemeriksaan yang lebih teliti.

Usahakanlah melakukan Pap smear test ini pada waktu seminggu atau dua minggu setelah berakhirnya masa menstruasi anda. Jika anda sudah menopause, Pap smear test dapat anda lakukan kapan saja. Tetapi jika kandung rahim dan leher rahim telah diangkat atau dioperasi (hysterectomy atau operasi pengangkatan kandung rahim dan leher rahim), anda tidak perlu lagi melakukan Pap smear test karena anda sudah terbebas dari resiko menderita kanker serviks. Pap smear test biasanya dilakukan setiap dua tahun sekali, dan lebih baik dilakukan secara teratur.
Namun, pap smear bukanlah satu-satunya cara yang bisa dilakukan untuk mendeteksi penyakit ini. Ada pula jenis pemeriksaan dengan menggunakan asam asetat (cuka).


Menggunakan asam asetat cuka adalah yang relatif lebih mudah dan lebih murah dilakukan. Jika menginginkan hasil yang lebih akurat, kini ada teknik pemeriksaan terbaru untuk mendeteksi dini kanker serviks, yakni dengan menggunakan teknologi Hybrid Capture II System (HCII).

Bagaimana mencegah kanker Serviks?

Upaya pencegahan kanker serviks merupakan langkah yang mesti dilakukan. Cara yang bisa dilakukan dalam rangka menurunkan faktor resiko seperti mencegah hubungan seksual pada usia dini, tetap setia pada satu pasangan saja, dan menghentikan kebiasaan merokok. Pencegahan ini bertujuan menghilangkan resiko perilaku seksual yang meningkatkan paparan terhadap virus papiloma manusia (HPV). Hal lain yang bisa dilakukan adalah memperbanyak mengkonsumsi sayuran berwarna hijau tua dan kuning yaitu yang banyak mengandung beta karoten, vitamin C dan vitamin E. Serta melakukan vaksinasi HPV yang bertujuan mencegah dan mengobati infeksi virus. Selain itu, yang penting juga untuk dilakukan adalah segera lakukan test Pap Smear.

 Antisipasi Kanker Serviks?

Selain dengan melakukan test Pap Smear, tentunya dengan Vaksinasi HPV. Perlukah Vaksinasi HPV? Vaksinasi ini mulai beredar di pertengahan tahun 2006. Gunanya untuk  pencegah infeksi HPV tipe 16 dan 18 yang menjadi penyebab kanker serviks. Vaksin ini bekerja dengan cara meningkatkan kekebalan tubuh dan menangkap virus sebelum memasuki sel-sel serviks.



Selain membentengi dari penyakit kanker serviks, vaksin ini juga bekerja ganda melindungi perempuan dari ancaman HPV tipe 6 dan 11 yang menyebabkan kutil kelamin. Yang perlu ditekankan adalah, vaksinasi ini baru efektif apabila diberikan pada perempuan berusia 9 sampai 26 tahun yang belum aktif secara seksual. Vaksin diberikan sebanyak 3 kali dalam jangka waktu tertentu. Dengan vaksinasi, risiko terkena kanker serviks bisa menurun hingga 75%.

Adakah efek samping dari Vaksinasi HPV? Vaksin ini telah diujikan pada ribuan perempuan di seluruh dunia. Hasilnya tidak menunjukkan adanya efek samping yang berbahaya. Efek samping yang paling sering dikeluhkan adalah demam dan kemerahan, nyeri, dan bengkak di tempat suntikan. Efek samping yang sering ditemui lainnya adalah berdarah dan gatal di tempat suntikan. Vaksin ini sendiri tidak dianjurkan untuk perempuan hamil. Namun, ibu menyusui boleh menerima vaksin ini.

Bisakah Kanker Serviks disembuhkan?

Biasanya karena tidak adanya keluhan atau gejala apa pun, penderita kanker serviks biasanya datang ke rumah sakit ketika penyakitnya sudah mencapai stadium 3. Masalahnya, penderita yang sudah terinfeksi kanker serviks pada stadium 2 sampai stadium 4 telah mengakibatkan kerusakan pada organ-organ tubuh, seperti kandung kemih, ginjal, dan lainnya.
Pengobatan kanker serviks ditentukan oleh berat ringannya penyakit atau stadium. Umumnya pada stadium awal, tindakan operasi menjadi pilihan pertama. Namun, operasi pengangkatan rahim saja tidak cukup membuat penderita sembuh seperti sedia kala. Selain operasi, penderita masih harus mendapatkan terapi tambahan, seperti radiasi dan kemoterapi. Langkah tersebut sekalipun tidak dapat menjamin 100% penderita mengalami kesembuhan.



  


 

Jumat, 18 September 2009

Mau Langsing? Ini tipsnya

Faktor yang turut memberikan sumbangan pada proses kegemukan adalah:

1. Perubahan pola hidup seseorang, dimana dalam 24 jam waktu hidupnya porsi “penimbunan” lebih banyak daripada porsi “pembakaran”

2. Perubahan pola makan seseorang, dimana kebiasaan dan menu makan seseorang berubah menjadi lebih nikmat, lebih berlemak, lebih banyak

3. Perubahan hormonal, seiring dengan usia tubuh yang semakin menua dan fungsi-fungsi pembakaran dalam tubuh semakin berkurang

Nah bila kita lihat 3 faktor utama di atas, 2 di antaranya dapat dicegah secara permanen, dan hanya satu yang tidak… tapi bisa ditunda atau dikurangi. Berikut beberapa tips penting untuk mengatasi masalah kegemukan. Tips ini insya Allah DIJAMIN efektif bagi orang gemuk untuk melangsingkan tubuhnya ke berat badan normal (bukan berarti kurus kering lho…)

1. Mulailah dengan menimbulkan “Vitamin KK” alias Kemauan Kuat pada diri Anda untuk membenahi pola hidup Anda… Susah? Eit, jangan dulu mengatakan susah! Ganti saja menjadi gampang-gampang-susah. Jadi gampangnya 2x dan susahnya 1x

2. Atur kembali cara makan Anda.

Lebih dari 70% fakta kegemukan pada kepustakaan yang saya baca di luar faktor keturunan adalah diikuti atau diawali dengan cara makan yang salah
Rasulullah SAW adalah orang yang senantiasa menjaga makannya dengan cara makan hanya bila lapar, dan berhenti sebelum kenyang (bukannya seperti filosofi kebanyakan orang yang gemuk : makan ketika datang waktunya, berhenti setelah perut merasa terlalu kenyang sehingga tidak dapat dimasuki lagi hehehe…)
3. Gunakan pola makan 3-2-1® (registered trademark of DrArief.com)

Tentu maksudnya bukan makan pagi 3 porsi, makan siang 2 porsi, dan makan malam 1 porsi… alangkah gemuknya kita bila mengikuti pola itu Maksudnya adalah : makan pagi menduduki skor 3, makan siang menduduki skor 2, dan makan malam menduduki skor 1. Skor ini menunjukkan kepentingannya, yang berhubungan dengan pola hidup orang normal (pada umumnya) bekerja pada pagi hari dan istirahat pada malam hari; tentunya berlaku sebaliknya bila Anda bekerja sebagai petugas yang senantiasa bekerja di malam hari dan tidur di pagi hari.
4. Jauhi jarak antara makan malam dengan tidur

Semakin dekat jarak antar makan malam dengan tidur, itu berarti Anda memberikan tambahan “PR” bagi tubuh untuk membakar kalori dari hasil makan malam tadi menjadi lemak selama Anda tidur.
5. Hindari deposito yang tidak perlu!

Kebanyakan orang gemuk punya cara tersendiri untuk mengisi waktu-waktu khususnya, seperti kebiasaan minum kopi manis di sore hari, teh manis di malam hari, dsb. Ini adalah kebiasaan, bukan kebutuhan. Bila tubuh Anda sudah terasa berat untuk beraktivitas, ada baiknya Anda tinjau kembali perlu tidaknya tubuh Anda mendapatkan “suntikan deposito” lemak secara rutin.
6. Upayakan komposisi makan yang didasari prinsip yang sesuai dengan kebutuhan.

Bila aktivitas harian Anda lebih banyak menggunakan aktivitas fisik (otot), tentu tubuh Anda lebih banyak membutuhkan karbohidrat.
Bila aktivitas harian Anda lebih banyak menggunakan aktivitas berfikir (otak), tentu tubuh Anda lebih banyak membutuhkan protein.
Cara mudah untuk menimbang takarannya adalah dengan melihat point no. 2 di atas.
7. Jangan “asal isi” perut Anda setiap saat ia lapar

Upayakan substitusi yang tidak berpotensi menambah lemak Anda ketika serangan lapar datang.
Campurkan porsi makanan utama Anda dengan agar-agar supaya lebih berisi.
Perbanyaklah minum air daripada menambah porsi makan.
Perbanyak buah segar, khususnya bila terasa lapar di waktu malam. Tentu bukan durian, alpukat, dan buah berlemak lain.
8. Aktifkan kembali otot-otot tubuh Anda dengan olah raga. Otot selalu berlawanan dengan lemak. Bila otot Anda “memakan” zat-zat hasil pembakaran makanan dalam jumlah yang tidak berlebihan, maka bisa dipastikan uang kembalian yang akan “disetor” ke tabungan lemak pasti akan sedikit. Karenanya, upayakan selalu agar otot Anda aktif.

9. Ini dia… Ramuan khusus!

Ini adalah kombinasi zat alami unik yang telah dicoba oleh banyak orang dan terbukti berhasil. Tapi ini adalah ramuan tradisional, jadi tidak ada statistik yang memadai sebagaimana obat kimia. Minumlah secangkir campuran madu dan bubuk kayumanis yang telah direbus, setiap pagi, 30 menit sebelum sarapan saat perut masih kosong dan pada malam hari sebelum tidur. Bila diminum secara teratur insya Allah dapat menurunkan berat badan… bahkan untuk mereka yang mengalami obesitas sekalipun. Konon campuran ini juga dapat mencegah penimbunan lemak yang berlebihan pada tubuh.
Menarik bukan? Nah selamat mencoba! Saya doakan semoga sukses dan langsing
(Info : Dr. Arief)

Selasa, 15 September 2009

Hentikan Anak Jalanan, Sekarang Juga!

Penculikan dan perdagangan anak merupakan kaitan yang saling berhubungan. Karena motif dari penculikan biasanya adalah karena objek yang diculik, yakni anak, selanjutnya dijual kepada jaringan (sindikat) untuk kemudian dijadikan sebagai komoditas mesin pencari uang, Umumnya korban penculikan adalah anak-anak dari kalangan menengah ke bawah, yangmana pengawasan dari para orangtua terhadap anak sangat minim.

Maraknya perdagangan anak tentunya tak lepas dari peran pemerintah kita yang cenderung apatis dalam menangani masalah sosial dan penegakkan hukum terhadap masalah exploitasi anak di bawah umur.

Sangat miris rasanya bila kita melihat pemandangan yang terjadi selama ini di sekitar kita, dimana hampir di setiap jalanan (terutama di sekitar kolong jembatan layang), para anak yang sangat belia, bahkan banyak diantaranya yang masih usia balita, harus berlarian melintasi lampu merah, dengan pakaian seadanya dan muka kotor, mengemis atau mengamen. Sementara para “ibu pengeksploitasi anak” menunggu sambil duduk dan mengobrol di tempat yang agak jauh tersembunyi sambil mengawasi para pekerja cilik mereka mengais rejeki.
Atau yang lebih miris lagi adalah pemandangan dimana para ibu (kita tak pernah tahu apa benar mereka ibu kandung) menggendong bayi di bawah terik matahari ataupun guyuran hujan, hanya untuk memaksa mencari rejeki dengan bermodalkan belas kasihan orang lain terhadap “korban cilik” yang mereka gendong. Pernah saya iseng bertanya pada seorang pengemis yang sedang menggendong bayinya yang tampak menggigil kedinginan di pinggir jalan (yang saya lihat ibu itu usianya masih tergolong muda dan sebenarnya kalau dia mau kerja keras, dia bisa mencari pekerjaan lain yang lebih pantas ketimbang menjadi pengemis), saya tanyakan mengapa dia mengajak serta anaknya. “Gak kasihan Bu ajak anak untuk kerja di jalanan begini?”
Dengan sangat enteng si Ibu menjawab, “Kalau saya gak ajak, dia siapa yang jagain?” lalu saya tanya lagi, “Anaknya dibawa ke jalanan gini kan pastinya kepanasan dan kehujanan, Bu?” Dijawab lagi oleh sang Ibu “Ah itu sih udah biasa, udah kebal dia”.  Wah, enteng banget jawabannya! Anaknya masih berumur kira- kira 6 bulan lho! Usia yang seharusnya mendapatkan kenyamanan dan kasih sayang sebuah keluarga di dalam rumah yang hangat, bukan di jalanan yang serba keras seperti itu. Saya malah sempat berpikir, jangan-jangan anak bayi itu bukan anak kandungnya si Ibu...? Sudah menjadi rahasia umum bila anak yang dibawa pengemis sebenarnya banyak "anak sewaan ".

Pernah juga suatu kali saya melihat segerombolan anak laki-laki (anak jalanan) kira-kira berumur 5 sampai 7 tahun. Mereka sedang bergulat melawan seorang anak laki-laki yang badannya sangat kurus. Anak kurus itu kelihatan lebih muda dari anak yang lainnya. Sungguh kasihan saya melihatnya karena kendati anak kurus itu sudah menangis meraung-raung, tetap saja mereka mengeroyoknya (ada yang menjambak, memelintir jari, dan menendang pinggang). Kejadian tersebut tepat di pojok bawah jembatan penyebrangan, agak tersembunyi memang, tapi di sana ada beberapa orang jalanan yang duduk-duduk, tanpa berusaha melerai mereka.

Sungguh sangat keras hidup yang harus dilalui anak jalanan itu. Mungkin hal yang saya lihat itu tidaklah seberapa keras dari yang biasa mereka alami sehari-hari. Terbayang kemudian kedua anak saya di rumah, yang selalu dibanjiri kasih sayang dan pelukan. Sungguh sangat berbeda dengan nasib para anak jalanan itu.


Please cut it off. Ini semua harus dihentikan. Mereka semua yang di jalanan memang bukan anak-anak kita. Bukan juga saudara ataupun kenalan kita. Tapi ber-empatilah. Bayangkan bagaimana kalau yang diculik dan dijual adalah anak kita. Bagaimana kalau seandainya anak kita kemudian dijadikan komoditas mesin pencari uang oleh para sindikat? Saya pikir, siapa pun bisa saja menjadi korban penculikan dan perdagangan para sindikat.

Seandainya pemerintah kita bisa lebih tegas dalam memerangi perdagangan anak dan mampu menegakkan hukum yang amat pantas untuk para penculik yang tertangkap. Hukum mati bagi para penculik saya kira sangat pantas, ini sekedar untuk menimbulkan efek jera.

Selain itu, buatlah peraturan yang sangat tegas untuk para orang tua supaya tidak sama sekali menjadikan anak sebagai pekerja ataupun penghasil uang yang berkeliaran di jalanan. Buatlah wadah semacam panti yang fungsinya untuk menitipkan anak sekaligus sebagai tempat bimbingan ketrampilan (sekolah) bagi para anak yang orang tuanya tidak mampu secara ekonomi dan terpaksa meninggalkan anaknya karena bekerja. Untuk dana panti itu sendiri seharusnya para pengelolanya mencari donator dari para dermawan (pengusaha, pejabat, dll, pastinya ada donator yang dermawan kan?). Saya kira tidak sedikit dari para anak jalanan (keluarga miskin) yang punya bakat tertentu untuk dikembangkan di pusat bimbingan (panti) yang selanjutnya hasil dari keterampilan tersebut bisa menjadi bekal hidup di masa depan anak yang bersangkutan. Bukankah hal ini selain demi kepentingan sang anak, pun dapat dijadikan sebagai perbaikan generasi bangsa kita?


Buatlah hukum yang sangat tegas untuk memerangi ekspoitasi anak, dimana bagi pelanggarnya akan dijatuhi hukuman yang seberat-beratnya. Bukankah sebenarnya di Undang-undang kita sudah ada yang mengatur masalah “perlindungan Anak”, yakni UU No.23 yang isinya : Perlindungan Anak bertujuan untuk menjamin terpenuhinya hak-hak anak agar dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi, demi terwujudnya anak Indonesia yang berkualitas, berakhlak mulia, dan sejahtera. Undang-undang ini mengatur secara tegas tentang perdagangan anak.

Dan pada Pasal 59 menegaskan “Pemerintah dan lembaga negara lainnya berkewajiban dan bertanggung jawab untuk memberikan perlindungan khusus kepada anak ... anak tereksploitasi secara ekonomi dan/atau seksual, anak yang diperdagangkan, ...”
Pasal 68 (1) Perlindungan khusus bagi anak ... perdagangan anak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59 dilakukan melalui upaya pengawasan, perlindungan, pencegahan, perawatan, dan rehabilitasi oleh pemerintah dan masyarakat. (2) Setiap orang dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan penculikan, penjualan, atau perdagangan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).

Serta Pasal 78 setiap orang yang mengetahui dan sengaja membiarkan anak ... anak korban perdagangan... sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59, padahal anak tersebut memerlukan pertolongan dan harus dibantu, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah).
Tegakkanlah hukum itu sampai jalanan kita benar-benar bersih dari anak jalanan. Sungguh tempat anak bukanlah di jalanan yang keras (dimana kekerasan fisik dan seksual kerap terjadi), melainkan di dalam sebuah rumah yang nyaman, sebuah tempat yang dapat menumbuh kembangkan diri sang anak untuk menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas.

Jika hukum atas ekspoitasi anak sudah ditegakkan, dimana tidak ada lagi “mesin cilik pencari uang yang berkeliaran di jalanan”, maka bisa jadi penculikan dan perdagangan anak akan berkurang bahkan bisa jadi hilang.

Kamis, 10 September 2009

Pengakuan-pengakuan Dokter Aborsi

” Waktu pertama kali melakukan pengguguran, saya merasa menjadi seorang pembunuh. Tetapi saya melakukannya lagi, lagi dan lagi, dan 20 tahun kemudian saya menjadi kebal terhadap suara hati nurani. Yah, saya perlu uang. Karena itu adalah pekerjaan yang mudah maka saya terpaksa melihat para wanita sebagai hewan dan bayi-bayi itu sebagai kumpulan daging belaka." (dokter NN)
"Mula-mula kami melakukan pengguguran pada janin-janin kecil…sehingga detakan-detakan jantung dan geraknya tak begitu nyata. Saya pikir janin-janin berumur 15-16 minggu itu tentu belum bisa merasa apa-apa. Tanpa sadar, kami mulai melakukan pengguguran terhadap janin-janin besar. Tiba-tiba waktu kami menyuntikkan cairan garam, kami melihat ada gerakan-gerakan dalam rahim. Pasti ini adalah janin yang menderita akibat menelan cairan garam, ia menendang-nendang dengan panik dalam keadaan sekarat. Kami menghibur diri dengan mengatakan bahwa itu hanya disebabkan oleh kontraksi otot-otot rahim saja. Tapi, jujurnya hal ini menekan batin kami, sebab sebagai dokter kami mengerti betul bahwa bukan itu yang sebenarnya terjadi. Kami telah melakukan pembunuhan." (Dr. John Szenens)
""Saya mengalami banyak kesukaran dalam perasaan saya karena pengguguran di masa lalu. Suatu hari saya memasuki ruangan dimana mereka menyimpan janin-janin itu sebelum dibakar. Janin-janin itu dikumpulkan dalam waah-wadah, seperti ayam potong yang dijual di pasar. Saya menjenguk ke dalam wadah di depan saya. Di dalamnya ada bayi kecil telanjang, berlumuran darah. Ia berwarna merah keungu-unguan karena memar dan wajahnya tegang, menderita sekali sebab dipaksa untuk mati terlalu cepat." (Susan Lindstrom)
"Saya tidak suka dengan ide aborsi. Menurut saya, ketika sperma membuahi sel telur ia sudah menjadi seorang manusia. Mungkin belum terlihat bentuk manusianya tapi ia sudah hidup dan sedang memulai suatu proses pematangan dari bagian-bagian yang sebenarnya sudah ada sejak pembuahan. Terkadang saya berpikir daripada diaborsi, lebih baik ia dilahirkan dan diadopsi oleh orang lain. Betapa mengherankan bila dipikir, disatu sisi banyak pasangan yang sudah menikah begitu rindu ingin punya anak dan bersedia melakukan apa saja untuk mendapatkan seorang anak, namun disisi lain ada orang yang membuang, seakan-akan janin itu hanyalah onggokan daging belaka. Saya mengerti, banyak faktor yang mendorong seseorang untuk melakukan dan membantu melakukan aborsi. Namun apa pun alasannya, di mata Tuhan itu salah." (Dr. Kartini, Jakarta)
Sumber: ABORSI.NET(21 Desember 2003)