Rabu, 12 Juni 2019

6 Hari 5 Malam Wisata Lombok - Bukit Merese, Tanjung Aan, Kuta Beach, Senggigi (DAY 01)

Hai pecinta travelling...


Saya ingin membagi pengalaman saya berwisata di Lombok selama 6 hari 5 malam bersama keluarga (saya dan suami dengan 2 anak remaja)


Keberangkatan dari Jakarta 3 hari setelah Idul Fitri yakni tanggal 7 Juni 2019. Dengan penerbangan Citilink, boarding time jam 05.55 WIB dari CGK transit selama 2 jam di Djuanda Airport Siduarjo, lalu terbang kembali ke LOP dan mendarat jam 11.30 WITA.

Tiba di bandara LOP, kami dijemput oleh driver rental mobil yang sudah kami hubungi beberapa minggu sebelumnya. Karena kami hanya ber 4 dan dalam rangka "liburan hemat", maka kami memilih Avanza. Sewa Avanza per hari Rp. 500 ribu (included driver + BBM). Selama 6 hari kami di Lombok, kami hanya 2 hari saja menggunakan sewa kendaraan harian, sisanya pakai Grab Car / Go Car dan taxi.

Rute kami di hari itu adalah : 

Day 1 : bandara LOP - Makan siang di RM Puyung Cahaya (dekat bandara) - Tanjung Aan Beach - Bukit Merese - kuta Mandalika beach - Hotel Montana Premier Senggigi. 






Tanjung Aan dan Bukit Merese sangat saya rekomendasikan untuk dikunjungi, karena tempatnya memang indah. Saat saya berkunjung ke Pantai Kuta, tempat itu sangat ramai, dan pengunjung terbanyak adalah wisatawan domestik. Saya tidak lama main di Pantai Kuta ini, karena yang saya cari adalah pantai yang tidak begitu ramai pengunjung.



Ket. : Biaya makan siang ber 4 di RM Puyung Cahaya dengan menu standar nasi puyung + teh manis kurang lebih 120rb. Makan malam bisa go food. Di sekitar hotel Montana Premier Senggigi banyak resto / cafe, diantaranya : KFC, Pojok Pasta, martabak, warung makan kaki lima yang menjual nasi goreng, bakso, ayam goreng, dan lain lain.

Hotel Montana Senggigi terletak di jalan raya Senggigi, letak hotel ini hampir bisa dibilang di seberang bibir pantai.Jadi kalau mau ke pantai, tinggal nyebrang jalan raya saja dan jalan sedikit melewati tanah kosong.


Budget di hari ke 1 untuk 4 orang dewasa :


● Sewa Avanza = Rp. 500.000

● Makan siang = Rp. 120.000
●Tiket masuk mobil ke pantaiTanjung Aan + Bukit Merese = Rp. 10.000
● Tiket masuk / parkir ke Pantai Kuta = Rp. 10.000
●Hotel Montana Senggigi per kamar/malam (booking via Agoda) = Rp. 405.000 x 2 kamar 

Total Rp. 1.450.000 (belum termasuk makan malam ya). 


*kalau mau lebih hemat, makan malam bisa di KFC yg letaknya di seberang hotel (gak tepat di seberangnya sih sebenarnya. Agak jalan sedikit lha dari hotel). Atau bisa juga di warung makan kaki lima yang ada di sekitaran jalan Senggigi.


Untuk cemilan atau bisa juga alternatif makan malam, mampir saja ke Pasta Pojok. Isinya rata-rata bule. Yang non Muslim bisa makan Bacon di sini. Harganya standar resto Pizza Hut. Rasa pizza dan pastanya gak kalah dari resto Italia pada umumnya. Review dari para pengunjungnya ok2 kok. Saya rekomen untuk Pizza khas Pasta Pojok.


Rute hari ke 2 nyambung di artikel berikutnya ya...








Sabtu, 13 Juni 2015

Menghitung hari (Demam Berdarah pada Anak)

script data-ad-client="pub-1694589357672647" async src="https://pagead2.googlesyndication .com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>Saat pertama kali tahu anak saya yang berumur 9 tahun terkena DBD (demam berdarah), ini membuat saya shock.

Berawal dari panas tubuh yang berlangsung selama 2 hari hingga mencapai 39 - 40 derajat. Sudah satu botol obat penurun panas diberikan, tapi sama sekali tidak memberikan efek apa pun. Anak menjadi lemas, mengantuk, mengeluh pusing dan tidak mau makan karena mual. Di hari ke dua panas, saya bawa anak periksa ke dokter. Hanya dikasih penurun panas dan obat anti mual.

Di hari ketiga, saya bawa anak saya ke rumah sakit. Disana dilakukan cek darah. Diketahui kemudian terdapat penurunan trombosit ; 158 ribu (normalnya sekitar 300 ribu s/d 400an ribu). Langsung diputuskan anak saya dirawat di rumah sakit. Observasi dilakukan secara rutin oleh suster dan dokter. Penurunan trombosit berikutnya menjadi 125ribu. Pengecekan darah dilakukan per 12 jam, yang  kemudian lebih intens menjadi per 8 jam. Karena kondisi anak saya yang dinilai cukup parah, maka pemasangan infus dilakukan di 2 tangan. Satu infus berisi nutrisi / mineral, satunya lagi berisi cairan "gelofussin". Gelofussin ini sejenis infus yang cairannya pekat berwarna kuning. Pada hari ke 5, trombosit menjadi turun ke titik terendah yaitu 31 ribu. Di hari ke 6, trombosit naik perlahan sampai ke angka 57 ribu dan terus merangkak naik. Anak saya diperbolehkan pulang pada saat trombosit naik ke angka hampir 100 ribu.

Merawat anak yang terkena DBD itu perlu kesabaran. Kita sebagai orang tua harus bisa benar - benar menghitung hari sejak dimulai dari hari pertama demam/panas, hingga ke hari pemulihan/penyembuhan. Hari ke 1,2, dan 3 anak biasanya akan panas tinggi. Hari ke 4 dan 5, anak mulai turun panas (tapi justru di hari - hari ini menjadi masa kritis karena trombosit akan turun ke titik terendah). Pada hari ke 6 dan 7, anak bisa jadi kembali panas atau malah berangsur sembuh tanpa adanya demam/panas. Pada hari ke 6 dan 7 lah anak biasanya mulai sembuh / pulih.

Yang terpenting selama sakit DBD, anak harus dipaksa minum yang sebanyak-banyaknya. Selain itu, anak harus bedrest dan dijaga asupan makanannya. Untuk menjaga agar tidak dehidrasi, anak harus banyak pipis, sehingga antara cairan yang masuk dan keluar menjadi seimbang. Waspada jika anak tidak pipis selama 4 jam. Jus jambu biji, kurma dan air putih, itu mutlak diperlukan untuk menaikkan trombosit.





Kamis, 16 April 2015

Pengakuan Eks Bintang Porno Shelley Lubben

Shelley Lubben, artis porno terkenal Amerika membuat pengakuan tentang industri film porno yang penuh dengan kebohongan.

 Mantan penari telanjang, pelacur, dan aktris film porno era ’80 hingga ’90-an ini menderita berbagai efek negatif dari industri pornografi. Dia pernah didiagnosa menderita Bipolar Disorder, Post Traumatic Stress Disorder, Deppressive Disorder, Impulse Control Disorder,dan trauma lainnya akibat kekerasan dalam industri seks.

Pada 1994, dia terinfeksi Herpes pada kelaminnya ketika masih produktif bermain film porno. Tak lama kemudian penyakitnya itu berkembang menjadi kanker serviks.

Shelley juga pernah mengalami kehamilan yang tak dikehendaki dari kegiatan prostitusinya, dan dua di antaranya berakhir dengan keguguran. Belakangan, bersama suaminya, dia mengalami kehamilan Entopis dan tiga kali keguguran.

Shelley kini mengerti betapa merusaknya industri pornografi itu. Setelah menemukan Tuhan dan melalui delapan tahun masa pemulihan di Champion’s Center di Tacoma, Washington, Shelley kini mulai dapat hidup normal.

Dalam buku pengakuan yang shelley buat, berikut
adalah isi pengakuannya :
Banyak yang percaya perempuan menikmati pembuatan film porno, namun kenyataannya mereka mengalami akhir yang tidak bahagia. Perempuan tidak menikmati pembuatan film itu, dan jika kamu melihat lebih dekat proses pembuatannya, kamu akan mengetahui beberapa alasannya.

Di dunia seks hardcore, hari yang dialami aktris porno sangat panjang dan membosankan. Perempuan diminta datang pukul delapan pagi untuk dirias, dan itu hanya untuk memastikan si aktris tiba tepat waktu untuk bekerja. Bintang porno memiliki kebiasaan datang terlambat, karena mereka kerap mengonsumsi obat-obatan terlarang atau alkohol di malam sebelumnya.

Setelah dirias, aktris porno biasanya menunggu berjam-jam sampai giliran mereka direkam tiba. Beberapa adegan dilakukan selama satu jam, dan beberapa selama beberapa jam. Itu sangat bergantung apakah aktor pria dapat “perform” atau tidak pada adegan pertama. Itu juga tergantung jika aktris harus berhenti karena tidak dapat menahan sakit akibat adegan hardcore.

Saat menunggu, pemain film porno yang kelelahan biasanya masuk ke kamar kecil dengan berbotol-botol alkohol atau pergi ke mobil mereka untuk mengonsumsi heroin, atau berkumpul di belakang dengan aktor lainnya untuk merokok mariyuana.

Perempuan tidak pernah merasakan kenikmatan karena pemotongan adegan yang terus menerus. Sutradara kerap berteriak “cut” dan aksi yang sedang berlangsung diinterupsi untuk mendapatkan gambar yang lebih baik, menyesuaikan pencahayaan, atau mengolesi tubuh dengan cairan.

Berkali-kali sutradara menghentikan adegan dan meminta aktor untuk “menyetop” gerakan, sehingga membuat kesakitan psikis dan emosi bagi aktris.

Saya berbicara berdasar pengalaman pribadi, ketika gerakan diminta untuk “berhenti (freeze)” pada posisi tertentu selama beberapa menit, hanya untuk menyesuaikan cahaya atau kamera, saya merasakan sakit dan terhina. Sangat memalukan pula ketika adegan dihentikan hanya untuk mengoleskan cairan seperti air mani, kotoran manusia, atau darah.

Meski faktanya perempuan tidak menikmati pembuatan film porno, mereka terus berbohong kepada penggemarnya dan dengan bangga mengaku menikmati pembuatannya. Tentu itu mereka lakukan. Mereka mendapat bayaran ratusan dan ribuan dolar untuk berbohong karena ini adalah pekerjaan mereka. Bintang porno dibayar sebagai pembohong profesional yang tahu bagaimana berbuat dan mereka melakukannya dengan baik.

Saya dulu menyombongkan diri terus menerus kepada penggemar dan sutradara mengenai kesukaan saya bermain di film porno. Saya berbohong 100 persen saat itu kepada 100 persen orang. Berbohong merupakan bahasa ibu bagi bintang porno, karena mereka tidak dapat mengatakan yang sesungguhnya. Sebab, tidak hanya akan merusak fantasi penggemarnya, namun yang lebih penting akan menjatuhkan jumlah pembayaran cek.

Jangan percaya aktris porno saat mereka mengaku menikmati pembuatan film. Mereka hanya berakting.

Saat ini Shelley dan suaminya, Garret, mendirikan Yayasan Pink Cross, lembaga nonprofit untuk memberikan dukungan bagi mereka yang ingin keluar dari industri seks.



Rabu, 28 Maret 2012

BEHIND THE SCENE OF PORN STAR (THE FACT)

1.  Kalau ada PORN STAR yang mengaku sangat menikmati peran yang mereka mainkan dalam “blue film”, mereka bohong 100%! Gak ada yang menikmatinya. Meski artis wanita bisa dibayar 10x lipat dari aktor pria, namun pada kenyataannya di balik layar, proses pembuatan film porno bisa berlangsung hingga 18 jam sehari untuk menghemat budget dan dalam sehari mereka bisa shoting sebanyak 3 sampai 4 scene berbeda.


2. Setiap scene-nya bisa berlangsung berjam-jam, tergantung pada para pemerannya. Jika pemerannya tidak dapat menampilkan adegan sesuai dengan harapan sang sutradara, maka adegan pun harus kembali diulang. Atau jika di tengah adegan atau pada saat pengambilan adegan berikutnya sang artis wanita harus meminta waktu untuk istirahat karena rasa sakit saat melakukan adegan hardcore. Seperti pada adegan anal sex yg seringkali harus dihentikan karena adanya kejadian yg seharusnya tidak boleh ditampilkan.


3. Situasi saat shooting film porno sangat menyiksa, baik secara fisik maupun mental, khususnya bagi artis wanita, karena biasanya ada sekitar 12 – 18 orang berdiri dibalik layar (bayangkan jika Anda melakukan hubungan seks dengan ditonton oleh banyak orang secara langsung), mulai dari sutradara & para asistennya, fans berat yg dapat hadiah nonton langsung, sampai ke tukang lampu dan fotografer yg punya hak untuk melakukan “freeze” pada adegan tertentu agar bisa diambil angle foto yang terbaik.


4. Saat menunggu adegan berikutnya biasanya PORN STAR menghabiskan waktu di restroom untuk minum minuman keras atau pakai narkoba. Biasanya alasan mereka menggunakan narkoba adalah untuk mengurangi rasa malu dan rasa sakit dalam adegan berikutnya. (Untuk diketahui, dalam industri film porno test yang wajib dilakukan untuk setiap aktor & artis adalah test HIV. Test ini dilakukan sebulan sekali. Sedangkan test drugs tidak ada).


5. Porn Stars adalah pembohong professional, karena kalau mereka menceritakan kenyataan sebenarnya yang ada dibalik layar, maka hancurlah fantasi yang ada di setiap “kepala ngeres” para penggemar dan sekaligus menghancurkan karir “indah” mereka. Dan disinilah ironisnya karena sudah terbiasa berbohong, para artis blue film ini biasanya justru memiliki kemampuan akting yang lebih baik dari kebanyakan bintang Hollywood.


Inilah kenyataannya :
• Sepanjang tahun 2007 : 9 bintang porno meninggal karena HIV, 66% menderita Herpes dan sekitar 12-28% menderita penyakit menular seksual lainnya.
• Sejak tahun 1990 : 26 bintang porno mati bunuh diri, 45 bintang porno meninggal akibat overdosis narkoba, lebih dari 90 orang bintang porno positif HIV, 25 orang masih bertahan hidup.
• Antara tahun 2003 sd 2005, 976 bintang film porno dilaporkan positif menderita penyakit menular seksual.


Masih berpikir untuk nonton blue film???


Sumber: http://www.friendster.com/bulletin.php?bid=86423904&uid=31744033

Minggu, 25 Maret 2012

Pengakuan Bintang Film Porno Shelley Lubben yang Memutuskan Bertobat


Di bawah ini adalah surat dari bekas bintang film porno Shelley Lubben, yang akhirnya bisa keluar dari dunia gelap industri porno, dan sekarang menjadi aktivis yang berjuang melawan eksploitasi seksual terhadap gadis-gadis muda Amerika dalam film porno.

Gadis cantik, tubuh seksi, telanjang, dan mata yang membangkitkan gairah seakan-akan berkata “I want you”. Itu yang biasa kamu lihat di cover film porno, bisa jadi itulah tipuan terbesar sepanjang masa.

Aku dulu pernah melakukannya sepanjang waktu dan aku melakukannnya karena nafsuku akan kekuasaan dan kecintaanku pada uang. Aku tidak pernah menyukai seks. Bahkan aku tidak menginginkannya dan faktanya aku lebih banyak minum Jack Daniels daripada bersama para pria yang dibayar seperti aku untuk berpura-pura di film.

Tidak ada di antara kami gadis-gadis blonde yang menyukai “being in porn movie”. Kami benci disentuh oleh orang asing yang sama sekali tidak peduli dengan kami. Kami benci dianggap rendah oleh mereka, laki-laki dengan keringat dan bau busuknya. Beberapa di antara kami sering sampai muntah di kamar mandi saat break syuting. Sedangkan yang lainnya berusaha menenangkan diri dengan merokok Marlboro tanpa henti.

Tapi porn industry ingin agar kamu selalu berpikir kalau kami artis porno sangat menyukai seks. Mereka ingin kamu percaya bahwa kami senang dilecehkan seperti binatang dalam berbagai jenis adegan di film.

Kenyataannya, artis porno sering tidak tahu apa saja adegan yang akan mereka lakukan saat pertama kali datang ke lokasi syuting, dan kami hanya diberi dua pilihan oleh produser: “Lakukan atau pulang tanpa bayaran. Kerja atau tidak akan bisa kerja lagi.” Iya, memang benar kami punya pilihan. Beberapa di antara kami memang sangat memerlukan uang. Tapi kami dimanipulasi, dipaksa bahkan diancam.
Beberapa di antara kami terjangkit AIDS karena profesi ini. Atau tertular herpes dan berbagai macam penyakit kelamin lain yang sukar disembuhkan. Salah seorang artis film porno setelah syuting, dengan menahan sakit sepanjang hari, setiba di rumah menembak kepalanya sendiri dengan pistol. Mati!

Kebanyakan dari artis porno mungkin berasal dari keluarga yang berantakan dan pernah mengalami pelecehan seksual dan perkosaan dari keluarga atau tetangganya sendiri. Saat kami kecil kami hanya ingin bermain dengan boneka, bukan mendapatkan trauma saat seorang laki-laki dewasa berada di atas tubuh kami. Jadi sejak kecil kami belajar bahwa seks bisa membuat kami berharga. Dan dengan semua pengalaman mengerikan itu kami menipu kalian di depan kamera, padahal sebenarnya kami membenci setiap menitnya.

Karena trauma itu kebanyakan artis porno hidupnya tergantung kepada alkohol dan narkotika. Dan hidup kami juga selalu diliputi ketakutan akan terjangkit HIV atau penyakit kelamin lainnya. Herpes, gonorrhea, syphilis, chlamydia, dll setiap hari menghantui kami. Memang setiap bulan kami diperiksa, tapi kamu tahu kalo hal tersebut tidak akan bisa mencegah kami tertular penyakit-penyakit mematikan itu.

Selain penyakit, adegan syuting tidak kalah mengerikan. Banyak dari kami mengalami luka sobek atau luka pada organ tubuh bagian dalam.

Di luar syuting kami sering berharap bisa menjalani hidup yang normal. Tapi sangat sulit menjalin hubungan yang normal dengan “laki-laki biasa”, maka dari itu kebanyakan dari kami menikah dengan sutradara film porno atau menjalani hidup sebagai lesbian. Buat aku momen yang gak akan terlupakan adalah ketika tanpa sengaja anak perempuanku melihat ibunya yang telanjang sedang berciuman dengan gadis lain. Anakku pasti akan terus mengingatnya.

Pada hari yang lain kami bisa berubah seperti zombie, dengan botol bir di tangan kanan dan gelas wisky di tangan kiri. Kami tidak suka bersih-bersih, jadi sering kali kami harus menyewa pembantu untuk membersihkan kotoran kami. Selain itu artis porno benci memasak sendiri. Biasanya kami memesan makanan yang kemudian kami muntahkan lagi karena kebanyakan dari kami menderita bulimia.

Bagi artis porno yang memiliki anak, kami adalah ibu yang paling buruk. Kami menjerit dan bahkan memukul anak kami tanpa alasan. Seringkali saat kami begitu mabuknya sampai-sampai anak kami yang berumur 4 tahun yang menyeret kami dari lantai.

Dan ketika ada tamu [kebanyakan karena alasan seks], kami harus mengunci anak kami terlebih dulu dalam kamar dan menyuruh mereka untuk diam. Aku biasa membekali anak gadisku dengan pager dan kusuruh dia menungguku di taman sampai aku selesai dengan tamuku.

Kalo kamu bisa melihat lebih dalam kehidupan artis film porno mungkin kamu akan kehilangan minat menonton film porno. Kenyataan sebenarnya, kami artis film porno ingin mengakhiri semua rasa malu ini dan semua trauma dalam hidup kami. Tapi sayangnya kami tidak bisa melakukannya sendiri.

Kami berharap kalian kaum pria membantu kami, memperjuangkan kebebasan dan kehormatan kami. Kami ingin kalian memeluk kami saat kami menghapus air mata dan menyembuhkan luka di hati kami. Kami berharap kalian mau berdoa untuk kami dan semoga Tuhan mau mendengar dan mengampuni semua kesalahan kami di masa lalu.

Surat ini kupersembahkan kepada semua artis porno yang terjangkit penyakit HIV/AIDS, meninggal karena over dosis maupun bunuh diri.

Sumber : Blog berita Shelley

A True Story "I Have a Herpes"

Berikut adalah wawancara dari kisah nyata 'Angela', pengalaman seorang gadis dengan Virus Herpes Simplex. Tulisan ini merupakan terjemahan dari “True Story : I have Herpes”

Bisa cerita sedikit tentang diri Anda?

Saya seorang gadis, sesuatu yang normal, usia saya 20 tahun. Berasal dari keluarga yang tingkat ekonominya menengah, mahasiswi di sebuah perguruan tinggi Midwest. Saya pesta di akhir pekan, kerja paruh waktu di sebuah toko kopi lokal sebagai kasir dan saya suka menghabiskan uang saya untuk untuk membeli sepatu. Saya normal.

Tapi saya terjangkit herpes.

Saya dibesarkan di rumah yang baik, di lingkungan kelas menengah dan saya masih tinggal bersama orang tua. Seks tidak pernah menjadi topik tabu di rumah, dan saya tidak pernah merasa malu untuk membahas masalah kesehatan seksual. Saya telah berhubungan seks dengan sepuluh orang (hanya 2 yang sebenarnya bukan pacar saya), Sebagian besar saya melakukannya dengan menggunakan kondom.
Bisa Anda jelaskan Herpes itu apa?

Pada dasarnya, herpes itu adalah virus dan setelah Anda terjangkit penyakit itu, selamanya virus itu akan hidup di tubuh Anda. Ada dua jenis virus Herpes, Simplex 1 dan 2. Saya terjangkit Virus Simplex 1. Tipe 1 merupakan versi "ringan", yang biasanya muncul sebagai oral herpes (herpes mulut)..Tapi, saya mendapatkannya pada alat kelamin saya, kemungkinan besar saya mendapatkannya setelah menerima seks oral dari seseorang yang telah terjangkit virus ini. Simplex 2 adalah jenis yang “berat”, yang biasanya muncul sebagai genital herpes (herpes kelamin). Untuk lebih jelasnya mengenai penyakit jenis ini, silahkan baca blogspot saya dibagian lain atau cek Wikipedia dan sumber – sumber informasi online lainnya.

Bagaimana Anda bisa terangkit Herpes?

Yang aneh mengenai herpes, kita tidak pernah bisa benar-benar yakin darimana kita tertular virus ini.

Mantan pacar saya pada beberapa tahun lalu, Chris, memiliki Herpes. Dia benar-benar jujur kepada saya tentang hal ini sejak hari pertama, dan karena kejujurannya itu, saya menghargainya setinggi-tingginya. Ini benar-benar keputusan saya sendiri untuk tidur dengannya, meski saya tahu resikonya untuk tertular virus itu. Kami selalu berhati-hati untuk menggunakan kondom. Tapi kemudian kami tidak cukup berhati-hati sehingga sesekali melakukannya tanpa kondom. Tapi dia sudah terjangkit penyakit itu selama sepuluh tahun dan dia sangat tahu tubuhnya. Dia tahu kapan saja dan bagaimana yang aman untuk melakukannya tanpa mengakibatkan saya tertular. Kami berhubungan seks selama lebih dari empat tahun, dan selama itu saya tidak pernah punya masalah. Kami putus tahun lalu.

Bagaimana Anda tahu bahwa Anda terjangkit Herpes?
Setelah setahun saya putus dari Chris, Saya pacaran dengan John. Suatu malam kami bercinta, dan kami melakukannya dengan cara yang cukup kasar (hal ini menjadi pemicu penularan herpes). Saya terbangun dengan rasa nyeri, tapi saya pikir hal itu mungkin karena kami semalam melakukannya dengan keras.

Beberapa hari kemudian kami bercinta lagi, dan keesokan paginya saya terbangun dengan nyeri yang tak tertahankan. Rasanya seperti ada seseorang yang menusuk saya di selangkangan, sambil membakarnya dengan kasar dan menyiraminya dengan cairan asam. Saat saya periksa, saya melihat sepasang gelembung kecil. Saya panik dan hari itu juga saya menemui dokter. Dokter mengatakan bahwa gelembung itu hanya reaksi alergi terhadap kondom yang kami gunakan dan dia memberi saya krim kortison. Dia melakukan tes IMS (semacam tes penyakit menular seksual), tapi saya tidak mendapatkan hasil. Dua hari kemudian, luka itu menjalar ke bagian tubuh lainnya, saya tidak bisa buang air kecil, atau pergi ke kamar mandi, dan tidak bisa tidur atau berjalan. Menurut dokter kemungkinan saya terkena Herpes, tapi dia tidak melakukan tes apapun atau memberikan saya apapun untuk penyakit saya itu. Dua hari kemudian saya pergi ke dokter lain.

Ini merupakan pengalaman terburuk sepanjang hidup saya. Saya nyaris tidak bisa membuka kaki. Rasanya sangat nyeri. Saat dokter memasukkan spekulum untuk menyeka, saya benar-benar berteriak dan menangis histeris di atas meja. Saya memintanya untuk berhenti. Dia tidak bisa menyelesaikan penyekaan karena saya merasakan nyeri teramat sangat. Namun dia tetap harus memecahkan salah satu dari gelembung-gelembung itu demi memperoleh sel-sel untuk pemeriksaan. Sekali lagi, saya berteriak dan menangis, tetapi saya harus membiarkan dia melakukannya, karena saya harus tahu apa yang salah dengan saya. Inilah neraka.

Dokter memberikan resep obat penghilang rasa nyeri dan Valtrex (oral anti-virus untuk herpes). Dia bilang ada kemungkinan infeksi bisa menjadi lebih buruk, tetapi untuk amannya kita akan segera memulainya dengan Valtrex .

Bagaimana perasaan Anda ketika Anda tahu terjangkit Herpes?

Saya menghabiskan pekan itu di rumah saja, menangis, terisak-isak. Setiap kali saya bangun dan merasa nyeri, saya langsung meminum pil dan mencoba untuk kembali tidur. Itu sungguh mengerikan. Rumah saya berantakan, saya berhenti makan, saya tidak berbicara dengan siapa pun. Saya benar-benar mengurung diri. Saya merasa muak. Saya merasa seolah cahaya dalam diri saya telah padam. Saya merasa sudah bukan lagi seorang gadis bahagia, ceria, dan menyenangkan. Saya sudah mati. Saya malu, saya merasa kotor, saya merasa tidak akan ada seorang pun yang akan mencintai saya lagi. Ketika saya mengatakan kepada John, saya melihat sorot matanya berubah. Sejak itu, saya tidak lagi mendengar kabar apapun dari dia. Dia menghilang.

Dan meskipun saya memiliki riwayat pernah berhubungan seksual dengan penderita Herpes, yakni Chris, hal ini bukan berarti Chris lah yang menularkannya kepada saya. Bisa saja John yang secara diam-diam menularkannya. Yang pasti, Kita TIDAK PERNAH tahu.

Saya tidak ingin memberitahu Chris tentang Herpes yang menyerang saya, tapi saya butuh dukungannya. Dia menakjubkan. Anehnya, hal ini mencairkan sisa ketegangan yang selama ini ada diantara kami. Dan anehnya lagi, hal ini menyadarkan saya mengenai siapakah sebenarnya John dan orang seperti apakah dia. Jadi, inilah berkah di tengah musibah.

Jenis perawatan apakah yang telah Anda lakukan? Apakah pengobatan itu berhasil bagi Anda?

Saya menggunakan Valtrex hanya jika penyakit saya kambuh. Saya juga menghindari pemicunya, yakni paparan sinar matahari dan situasi stres yang tinggi. Sejauh ini saya telah berhasil memerangi penyakit ini.

Bagaimana ini mempengaruhi kehidupan percintaan Anda?

Seperti yang saya katakan, John dan saya sudah putus. Sejujurnya, kalau seorang cowok bereaksi seperti itu, maka saya pun tidak menginginkannya lagi di dalam kehidupan saya.

Setelah putus dari John, saya belum punya pacar lagi. Ada rasa ketakutan bahwa saat saya semakin dekat dengan seseorang, saya harus memberitahu tentang penyakit saya kepadanya. Dan untuk itu saya belum merasa siap.

Chris memberitahu saya penyakit Herpesnya dua bulan sebelum kami jadian, jauh sebelum kami melakukan hubungan seksual. Ia bukan hanya percaya bahwa saya takkan menceritakannya kepada siapa pun, melainkan juga percaya bahwa saya akan menerima dia apa adanya. Saya ingat bahwa ketika ia mengatakan kepada saya tentang penyakitnya, saya tidak jijik atau bahkan kecewa. Justru sebaliknya, saya merasa jadi lebih dekat dengannya. Dan karena kejujurannya itu, saya tidak pernah meragukan kesetiaannya ataupun gossip-gossip negative tentang dirinya.
Atas dasar hal itu, maka saya pun berharap hal yang sama terjadi pada saya saat saya memberitahu pacar saya berikutnya. Tapi kalau dia tidak bisa menerima saya apa adanya, maka tentunya dia bukanlah cowok yang tepat untuk saya.

Cara apa yang Anda ambil untuk menghindari penularan Herpes dengan pasangan?

Yang pasti caranya adalah dengan tidak melakukan hubungan seksual. Termasuk oral.

Tapi jika Anda dan pasangan tetap akan melakukannya sementara salah satu dari kalian terinfeksi Virus Herpes, gunakanlah selalu kondom. Jangan pernah melakukan hubungan seks saat ada luka. Bahkan dalam tahap penyembuhan sekalipun. Jangan pernah melakukan hubungan seks ketika Anda merasa tidak yakin dalam kondisi aman dari infeksi (adanya rasa panas di bagian yang terinfeksi, gatal, kesemutan). SELALU menggunakan kondom dan spermisida. Jujur, terbuka, dan berkomunikasi. Jangan pernah mengambil resiko yang akan Anda sesali kemudian. Lanjutkan untuk mendapatkan penyembuhan. Pastikan Anda selalu memiliki persediaan Valtrex di tangan untuk sekedar berjaga-jaga. Tapi hal yang paling utama di sini adalah komunikasi dan kejujuran.

Jumat, 27 November 2009

KANKER SERVIKS (Gejala, Penularan, Pencegahan, dan Pengobatan)

Setiap wanita yang pernah melakukan hubungan seksual mempunyai resiko terhadap kanker leher rahim, atau yang lebih dikenal sebagai Kanker Serviks (cervical cancer).

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, saat ini penyakit kanker serviks menempati peringkat teratas di antara berbagai jenis kanker yang menyebabkan kematian pada perempuan di dunia. Di Indonesia, setiap tahun terdeteksi lebih dari 15.000 kasus kanker serviks.

Sekitar 8000 kasus di antaranya berakhir dengan kematian. Menurut WHO, Indonesia merupakan negara dengan jumlah penderita kanker serviks yang tertinggi di dunia. Mengapa bisa sedemikian tinggi? Hal ini disebabkan kanker serviks muncul seperti musuh dalam selimut. Sulit sekali dideteksi hingga penyakit telah mencapai stadium lanjut. Tingginya angka penderita kanker serviks stadium lanjut biasanya disebabkan oleh rendahnya pengetahuan dan kesadaran akan bahaya kanker serviks. 

Apa itu Kanker Serviks?
 
Kanker serviks adalah penyakit kanker yang terjadi pada daerah leher rahim. Yaitu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim. Letaknya antara rahim (uterus) dengan liang senggama wanita (vagina).
Kanker serviks cenderung muncul pada perempuan berusia 35-55 tahun, namun dapat pula muncul pada perempuan dengan usia yang lebih muda (20 - 30 tahun).

Penyebab Kanker Serviks?
1. Human Papillola Virus (HPV)
Kanker ini 99 % disebabkan oleh human papilloma virus (HPV) onkogenik, yang menyerang leher rahim. Berawal terjadi pada leher rahim, apabila telah memasuki tahap lanjut, kanker ini bisa menyebar ke organ-organ lain di seluruh tubuh penderita.
Virus ini memiliki lebih dari 100 tipe, di mana sebagian besar di antaranya tidak berbahaya dan akan lenyap dengan sendirinya. Jenis virus HPV yang menyebabkan kanker serviks dan paling fatal adalah virus HPV tipe 16 dan 18.
Terdapat 100 tipe HPV dimana sebagian besar tidak berbahaya, tidak menimbulkan gejala yang terlihat dan akan hilang dengan sendirinya. Perkembangan HPV ke arah kanker serviks pada infeksi pertama tergantung dari jenis HPV-nya. HPV tipe risiko rendah atau tinggi dapat menyebabkan kelainan yang disebut pra kanker. Tipe HPV yang berisiko rendah hampir tidak berisiko, tapi dapat menimbulkan genital warts (penyakit kutil kelamin). Walaupun sebagian besar infeksi HPV akan sembuh dengan sendirinya dalam 1-2 tahun karena adanya system kekebalan tubuh alami, namun infeksi yang menetap yang disebabkan oleh HPV tipe tinggi dapat mengarah pada kanker serviks.
2. Radiasi atau Pencemaran Bahan Kimia
Sel-sel abnormal pada leher rahim juga bisa tumbuh akibat paparan radiasi atau pencemaran bahan kimia yang terjadi dalam jangka waktu cukup lama.
Demikian juga bagi anda yang merokok kemungkinan untuk mendapatkan Kanker Serviks sangat besar. Ada banyak penelitian yang menyatakan hubungan antara kebiasaan merokok dengan meningkatnya risiko seseorang terjangkit penyakit kanker serviks. Salah satunya adalah penelitian yang dilakukan di Karolinska Institute di Swedia dan dipublikasikan di British Journal of Cancer pada tahun 2001. Menurut Joakam Dillner, M.D., peneliti yang memimpin riset tersebut, zat nikotin serta “racun” lain yang masuk ke dalam darah melalui asap rokok mampu meningkatkan kemungkinan terjadinya kondisi cervical neoplasia atau tumbuhnya sel-sel abnormal pada rahim. “Cervical neoplasia adalah kondisi awal berkembangnya kanker serviks di dalam tubuh seseorang,” ujarnya.
Bagaimana Cara Penularan Kanker Serviks?
Penularan virus HPV bisa terjadi melalui hubungan seksual, terutama yang dilakukan dengan berganti-ganti pasangan. Penularan virus ini dapat terjadi baik dengan cara transmisi melalui organ genital ke organ genital, oral ke genital, maupun secara manual ke genital.
Infeksi HPV paling sering terjadi pada kalangan dewasa muda (18-28 tahun). HPV dapat menginfeksi semua orang karena HPV dapat menyebar melalui hubungan seksual. Wanita yang berhubungan seksual dibawah usia 20 tahun serta sering berganti pasangan beresiko tinggi terkena infeksi. Namun ada kalanya perempuan yang tertular virus ini adalah yang telah setia hanya pada satu pasangan saja (kemungkinan resiko tertular datang dari pasangannya).
Apa Saja Gejala Kanker Serviks?
Sering kali kanker serviks tidak menimbulkan gejala. Namun bila sudah berkembang menjadi kanker serviks, barulah muncul gejala-gejala fisik seperti pendarahan serta keputihan pada vagina yang tidak normal, sakit saat buang air kecil dan rasa sakit saat berhubungan seksual.  Gejala fisik pada penyakit ini umumnya hanya dirasakan oleh penderita kanker stadium lanjut. Berikut gejala-gejala kanker serviks tingkat lanjut :
  • munculnya rasa sakit dan perdarahan saat berhubungan intim (contact bleeding). Adanya rasa tidak nyaman saat melakukan hubungan seksual.
  • keputihan yang berlebihan dan tidak normal. Pengeluaran cairan encer dari vagina
  • pendarahan spontan di luar siklus menstruasi.
  • penurunan berat badan drastis.
  • Apabila kanker sudah menyebar ke panggul, maka pasien akan menderita keluhan nyeri punggung
  • juga hambatan dalam berkemih, serta pembesaran ginjal.
Saat mencapai stadium lanjut dan menyebar ke organ tubuh lain, maka kanker serviks akan mengakibatkan kematian. Penderita stadium lanjut umumnya harus mengangkat organ alat kandungan, sehingga kemungkinan mempunyai keturunan menjadi hilang.

Berapa lama masa pertumbuhan kanker serviks?
Masa preinvasif (pertumbuhan sel-sel abnormal sebelum menjadi keganasan) penyakit ini terbilang cukup lama, sehingga penderita yang berhasil mendeteksinya sejak dini dapat melakukan berbagai langkah untuk mengatasinya.
Infeksi menetap akan menyebabkan pertumbuhan sel abnormal yang akhirnya dapat mengarah pada perkembangan kanker. Perkembangan ini memakan waktu antara 5-20 tahun, mulai dari tahap infeksi, lesi pra-kanker hingga positif menjadi kanker serviks.



Siapa saja yang memiliki resiko terinfeksi Kanker Serviks?


Selain perokok, perempuan yang rawan mengidap kanker serviks adalah mereka yang berusia antara 35-50 tahun, terutama perempuan yang telah aktif secara seksual sebelum usia 16 tahun. Hubungan seksual pada usia terlalu dini bisa meningkatkan resiko terserang kanker leher rahim sebesar 2 kali dibandingkan perempuan yang melakukan hubungan seksual setelah usia 20 tahun.



Kanker serviks juga berkaitan dengan jumlah lawan seksual. Semakin banyak lawan seksual yang Anda miliki, maka kian meningkat pula risiko terinfeksinya kanker serviks. Sama seperti jumlah lawan seksual, jumlah kehamilan yang pernah dialami juga meningkatkan risiko terjadinya kanker serviks.
Anda yang terinfeksi virus HIV dan yang dinyatakan memiliki hasil uji pap smear abnormal, serta para penderita gizi buruk, perempuan yang melakukan diet ketat sehingga mengakibatkan rendahnya konsumsi vitamin A, C, dan E yang secara tidak langsung menyebabkan berkurangnya tingkat kekebalan tubuh, pun memiliki resiko tinggi untuk mudah terinfeksi.

Bagaimana mendeteksi secara Dini Kanker Serviks?
Untuk mendeteksi secara dini ada tidaknya penyakit Kanker Serviks, yakni dengan melakukan Test Pap Smear. Pap smear test adalah suatu metode pemeriksaan sel-sel yang diambil dari leher rahim dan kemudian diperiksa di bawah mikroskop untuk melihat perubahan-perubahan yang terjadi dari sel tersebut. Perubahan sel-sel leher rahim yang terdeteksi secara dini akan memungkinkan beberapa tindakan pengobatan diambil sebelum sel-sel tersebut dapat berkembang menjadi sel kanker.

Test ini hanya memerlukan waktu beberapa menit saja. Prosedur pemeriksaan Pap Smear Test mungkin sangat tidak menyenangkan untuk anda, tetapi tidak akan menimbulkan rasa sakit. Dalam keadaan berbaring terlentang, sebuah alat yang dinamakan spekulum akan dimasukan kedalam liang senggama. Alat ini berfungsi untuk membuka dan menahan dinding vagina supaya tetap terbuka, sehingga memungkinkan pandangan yang bebas dan leher rahim terlihat dengan jelas. Sel-sel leher rahim kemudian diambil dengan cara mengusap leher rahim dengan sebuah alat yang dinamakan spatula, suatu alat yang menyerupai tangkai pada es krim, dan usapan tersebut dioleskan pada obyek-glass, dan kemudian dikirim ke laboratorium patologi untuk pemeriksaan yang lebih teliti.

Usahakanlah melakukan Pap smear test ini pada waktu seminggu atau dua minggu setelah berakhirnya masa menstruasi anda. Jika anda sudah menopause, Pap smear test dapat anda lakukan kapan saja. Tetapi jika kandung rahim dan leher rahim telah diangkat atau dioperasi (hysterectomy atau operasi pengangkatan kandung rahim dan leher rahim), anda tidak perlu lagi melakukan Pap smear test karena anda sudah terbebas dari resiko menderita kanker serviks. Pap smear test biasanya dilakukan setiap dua tahun sekali, dan lebih baik dilakukan secara teratur.
Namun, pap smear bukanlah satu-satunya cara yang bisa dilakukan untuk mendeteksi penyakit ini. Ada pula jenis pemeriksaan dengan menggunakan asam asetat (cuka).


Menggunakan asam asetat cuka adalah yang relatif lebih mudah dan lebih murah dilakukan. Jika menginginkan hasil yang lebih akurat, kini ada teknik pemeriksaan terbaru untuk mendeteksi dini kanker serviks, yakni dengan menggunakan teknologi Hybrid Capture II System (HCII).

Bagaimana mencegah kanker Serviks?

Upaya pencegahan kanker serviks merupakan langkah yang mesti dilakukan. Cara yang bisa dilakukan dalam rangka menurunkan faktor resiko seperti mencegah hubungan seksual pada usia dini, tetap setia pada satu pasangan saja, dan menghentikan kebiasaan merokok. Pencegahan ini bertujuan menghilangkan resiko perilaku seksual yang meningkatkan paparan terhadap virus papiloma manusia (HPV). Hal lain yang bisa dilakukan adalah memperbanyak mengkonsumsi sayuran berwarna hijau tua dan kuning yaitu yang banyak mengandung beta karoten, vitamin C dan vitamin E. Serta melakukan vaksinasi HPV yang bertujuan mencegah dan mengobati infeksi virus. Selain itu, yang penting juga untuk dilakukan adalah segera lakukan test Pap Smear.

 Antisipasi Kanker Serviks?

Selain dengan melakukan test Pap Smear, tentunya dengan Vaksinasi HPV. Perlukah Vaksinasi HPV? Vaksinasi ini mulai beredar di pertengahan tahun 2006. Gunanya untuk  pencegah infeksi HPV tipe 16 dan 18 yang menjadi penyebab kanker serviks. Vaksin ini bekerja dengan cara meningkatkan kekebalan tubuh dan menangkap virus sebelum memasuki sel-sel serviks.



Selain membentengi dari penyakit kanker serviks, vaksin ini juga bekerja ganda melindungi perempuan dari ancaman HPV tipe 6 dan 11 yang menyebabkan kutil kelamin. Yang perlu ditekankan adalah, vaksinasi ini baru efektif apabila diberikan pada perempuan berusia 9 sampai 26 tahun yang belum aktif secara seksual. Vaksin diberikan sebanyak 3 kali dalam jangka waktu tertentu. Dengan vaksinasi, risiko terkena kanker serviks bisa menurun hingga 75%.

Adakah efek samping dari Vaksinasi HPV? Vaksin ini telah diujikan pada ribuan perempuan di seluruh dunia. Hasilnya tidak menunjukkan adanya efek samping yang berbahaya. Efek samping yang paling sering dikeluhkan adalah demam dan kemerahan, nyeri, dan bengkak di tempat suntikan. Efek samping yang sering ditemui lainnya adalah berdarah dan gatal di tempat suntikan. Vaksin ini sendiri tidak dianjurkan untuk perempuan hamil. Namun, ibu menyusui boleh menerima vaksin ini.

Bisakah Kanker Serviks disembuhkan?

Biasanya karena tidak adanya keluhan atau gejala apa pun, penderita kanker serviks biasanya datang ke rumah sakit ketika penyakitnya sudah mencapai stadium 3. Masalahnya, penderita yang sudah terinfeksi kanker serviks pada stadium 2 sampai stadium 4 telah mengakibatkan kerusakan pada organ-organ tubuh, seperti kandung kemih, ginjal, dan lainnya.
Pengobatan kanker serviks ditentukan oleh berat ringannya penyakit atau stadium. Umumnya pada stadium awal, tindakan operasi menjadi pilihan pertama. Namun, operasi pengangkatan rahim saja tidak cukup membuat penderita sembuh seperti sedia kala. Selain operasi, penderita masih harus mendapatkan terapi tambahan, seperti radiasi dan kemoterapi. Langkah tersebut sekalipun tidak dapat menjamin 100% penderita mengalami kesembuhan.